Investasi Emas Bodong, MUI Lapor ke Polri Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah nasabah Golden Traders Indonesian Syariah akan melaporkan penipuan dan penggelapan investasi yang dilakukan oleh oknum-oknum GTIS dan MUI, pada Senin 7 April 2014. Mereka akan didampingi oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin.

    "Kami akan lapor ke Bareskrim (Badan Reserse Kriminal) Polri," kata Koordinator Nasabah GTIS Santoso kepada Tempo Ahad 6 April 2014. Dia mengatakan akan membawa beragam bukti dokumen tertulis dan video terkait dengan tindakan yang merugikan nasabah tersebut. "Rencananya besok pukul 09.00 WIB."

    Menurut Santoso, pelaporan ini menindaklanjuti saran dari Ketua Umum MUI Din Syamsuddin untuk melaporkan kasus GTIS ke pihak berwajib. Seperti diketahui, pada Maret 2013 lalu, uang nasabah GTIS sebesar Rp 1 triliun dilaporkan dibawa kabur oleh petinggi GTIS Michael Ong dan Edward Soong. Sampai saat ini, dua orang tersebut belum diketahui rimbanya. (Baca: Kasus Investasi Emas Bodong GTIS Panas Lagi)

    Hampir setahun, nasabah yang uangnya dibawa kabur belum mendapat kepastian soal pengembalian. Bahkan, menurut Santoso, GTIS sendiri cenderung tak memiliki itikad baik untuk mengembalikan. "Mereka hanya janji-janji saja," kata dia.

    Sejumlah dana nasabah yang diblokir pun tak diketahui untuk apa saja digunakannya. Menurut Santoso, pada Maret 2013, dilaporkan ada ratusan miliar dana nasabah yang diblokir oleh GTIS. Namun, memasuki satu tahun pada Maret 2014, dana nasabah hanya tersisa Rp 56 miliar. "Bahkan sekarang katanya sudah tinggal ratusan juta," kata dia. Nasabah tak mengetahui kemana dana tersebut mengalir.

    Hal tersebut pula yang menjadi salah satu alasan pihak nasabah bersama Din melapor ke Bareskrim Polri. "Kami minta dana yang diblokir itu dibuka buat apa," kata dia. Pelaporan ini dimaksudkan untuk mengawali agar aliran dana tersebut bisa ditelusuri oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

    Selain oknum dari GTIS sendiri, Santoso pun menyatakan pihaknya mencurigai sejumlah oknum MUI yang terlibat dalam kasus ini. Kehadiran Din pun, menurut dia, dimaksudkan agar ada pembuktian terhadap hal tersebut. "Pak Din ingin membersihkan nama baik MUI," kata dia. Menurut dia, ada oknum MUI yang harus bertanggungjawab terkait hal ini. (Baca: Saran MUI buat Nasabah Korban GTIS)

    NINIS CHAIRUNNISA



    Berita Lainnya:
    Investasi Emas Bodong, Nasabah Ingin GTIS Diaudit PPATK
    Dua Pria yang Dikangeni Agnes Monica di Indonesia  
    Ahok Rombak Dinas Pendidikan DKI lantaran KJP  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.