KRL Rusak, Penumpang Minta Surat Izin Terlambat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menaikkan tarif kereta rangkaian listrik Commuter Line AC se-Jabodetabek sebesar Rp.2.000 per 1 Oktober 2012. TEMPO/Subekti

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menaikkan tarif kereta rangkaian listrik Commuter Line AC se-Jabodetabek sebesar Rp.2.000 per 1 Oktober 2012. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan penumpang kereta terlambat masuk kerja atau kuliah karena rusaknya pantograf di antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Karet. "Saya harus minta surat terlambat dari kepala stasiun," kata Mpukanawa, mahasiswa Universitas Trisakti, Grogol, Senin, 7 April 2014. (Baca:Pantograf Rusak, Perjalanan KRL Terhambat)

    Dia naik kereta dari Stasiun Bekasi pukul 06.00 WIB. Perjalanan mulai tersendat sejak Stasiun Klender dan tertahan cukup lama di antara Stasiun Jatinegara hingga Stasiun Manggarai.  Di stasiun ini, dia ganti kereta yang menuju Stasiun Tanah Abang, tetapi harus menunggu sekitar 30 menit.

    Petugas di Stasiun Manggarai menginformasikan bahwa antara Manggarai hingga Tanah Abang menggunakan satu jalur karena aliran listrik dimatikan untuk memperbaiki pantograf. Ini membuat puluhan kereta harus antre.

    Kereta yang dinaiki Mpukanawa akhirnya sampai Stasiun Tanang Abang jam 08.15 atau terlambat satu jam lima belas menit dari jadwal yang biasa dia tempuh. Walhasil, dia langsung menemui Kepala Stasiun Tanah Abang untuk meminta surat terlambat. Banyak penumpang lainnya juga mengeluh terlambat masuk kerja.

    Cholik, petugas di Stasiun Tanah Abang, menjelaskan kerusakan pantograf  terjadi pukul 05.50 WIB. Kereta yang pantografnya bermasalah itu baru bisa ditarik ke Depo Bukitduri pada pukul 07.00 WIB. Untuk memperbaiki kerusakan itu, listrik antara Stasiun Duri hingga Karet dimatikan sehingga hanya satu jalur kereta yang bisa dilalui.

    UNTUNG WIDYANTO

    Berita Lain:

    Dosa Masa Lalu Ical Dianggap Tak Terampuni

    Siapa Capres yang Paling Berhasil Brandingnya?

    SBY Akan Paksa Lapindo Bayar Korban Lumpur
    Zona Pencarian MH370 Pindah Lokasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.