BNN Gerebek Bandar Sabu di Bekasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dan barang bukti penyelundupan narkoba jenis sabu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,Banten, Kamis (21/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Tersangka dan barang bukti penyelundupan narkoba jenis sabu di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,Banten, Kamis (21/3). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Bekasi - Badan Narkotika Nasional dikabarkan menggerebek sebuah rumah di Jalan Biduri Raya Blok G1 Nomor 15, RT 01 RW 05, Perumahan Metland Tambun, Desa Cibuntu, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Ahad malam, 6 April 2014. Sebanyak 7 kilogram narkoba jenis sabu disita.

    Informasi di lapangan menyebutkan, dalam penggerebekan tersebut, petugas juga menangkap Sahat Pasaribu, 52 tahun, pemilik rumah, beserta istrinya, Neni Julianti, 42 tahun. Diduga Sahat menyimpan narkoba siap edar.

    Rinin Susanto, 50 tahun, petugas keamanan perumahan setempat, menjelaskan penggerebekan dilakukan oleh anggota BNN menggunakan empat minibus dan tiba sekitar pukul 18.30 WIB. "Mereka meminta kami dan pengurus RT menyaksikan penggeledahan," kata Rinin, Senin, 7 April 2014.

    Ia mengatakan, saat didatangi petugas, Sahat sekeluarga sedang berkumpul di dalam rumah. Setelah menunjukkan surat penggeledahan, petugas menemukan barang bukti di kamar utama, sedangkan sisanya di dalam mobil pemilik rumah.

    Petugas juga membawa timbangan besar, timbangan digital kecil, sejumlah buku tabungan, perhiasan, mobil, dan dua sepeda motor. Tak ada perlawanan dalam penggerebekan tersebut. "Yang dibawa dua orang, anaknya tidak," ujarnya.

    Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Barat Komisaris Andre Librian membenarkan bahwa penggerebekan dilakukan oleh BNN. Namun tak melibatkan kepolisian setempat. "Setelah selesai penggerebekan baru dikoordinasikan," ujar Andre.

    Menurut dia, penggerebekan itu merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka di Jakarta. Pihaknya tak mengetahui pasti jumlah barang bukti yang diamankan BNN karena menjadi ranah BNN.

    Berdasarkan catatan Kepolisian, pada tahun 2008, pemilik rumah itu pernah ditangkap dan ditahan Polsek Cikarang Barat. Setelah disidangkan, Sahat divonis 4 tahun penjara dan menjadi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari BNN.

    ADI WARSONO

    Terpopuler

    Amerika Ingatkan Cina Agar Tidak Meniru Rusia 
    Dua TNI AL Dibunuh, 9 Nelayan Thailand Tersangka
    Indonesia Tekankan Peran Pemuda bagi Masa Depan
    Gunung Berapi di Ekuador Meletus  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.