Udar Pristono Diperiksa Kejaksaan, Ahok: Jalani Saja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memberikan keterangan kepada wartawan terkait majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi maju sebagai calon Presiden pada pemilu 2014 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jakarta (14/3). Dalam keterangannya Ahok menyatakan siap menggantikan posisi Gubernur dan mendukung pencalonan Jokowi sebagai presiden dari partai PDI-P. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyerahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan Agung terkait dengan rencana pemeriksaan bekas Ketua Dinas Perhubungan Udar Pristono yang dijadwalkan Senin, 7 April 2014. Menurut dia, pemeriksaan itu sudah memasuki ranah hukum. (Baca: Kasus Transjakarta, Dua Pejabat Dinas Dicopot)

    "Ya, kami serahkan semuanya ke Kejaksaan saja," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Balai Kota, Senin, 7 April 2014. "Diperiksa sebagai saksi, kami serahkan sepenuhnya. Jalanin aja."

    Ahok mengatakan pemeriksaan ini juga sehubungan dengan penyelesaian kasus pengadaan bus Transjakarta baru yang berkarat. Dia juga mengatakan siap jika nantinya Kejaksaan memanggilnya sebagai saksi.

    "Kan Kejaksaan pernah bilang bisa memanggil Gubernur dan Wakil Gubernur terkait kasus itu," kata Ahok. "Kalau saya dipanggil, ya, datang saja, sekalian saya mau tahu ceritanya seperti apa."

    Bekas Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono hari ini dimintai keterangan sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan bus Transjakarta. Bersama Pristono, dua orang lainnya juga dimintai keterangan. Mereka adalah Irwan Harianto Arman, Direktur CV Laksana; dan Paidi, sekretaris panitia lelang. (Baca juga: Ada Eks Tim Sukses Jokowi Bermain di Busway Karatan?)

    REZA ADITYA

    Berita Lainnya:
    SBY Pulang Kampung, Keluarga Siapkan Sayur Pedas  
    Sebelas Pengamat AS Awasi Pemilu KBRI Washington
    Bogor Hujan Lebat, Besok Sebagian Jakarta Banjir
    Caleg Binny Bintarti Bersaing dengan Ibas SBY  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.