Libur Pemilu, Jalanan Jakarta Selatan Lengang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan tol. ANTARA/Zabur Karuru

    Ilustrasi jalan tol. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Suasana lengang tampak di sejumlah ruas jalan di DKI Jakarta pada Rabu pagi, 9 April 2014. Hal ini seiring dengan libur nasional pemilihan umum legislatif. Berdasarkan pantauan Tempo, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Arteri Lebak Bulus–Pondok Indah sepi pada Rabu pagi. Padahal, pada hari biasa, jalan ini kerap dipadati kendaraan para pekerja kantoran dan selalu macet.

    Adapun Jalan Radio Dalam yang menghubungkan Pondok Indah dan Blok M, Jakarta Selatan, juga sepi. Kendaraan yang melintas bisa melaju kencang dan hanya sedikit warga Jakarta yang berpergian pagi ini. Kendaraan umum, seperti Metro Mini dan Mikrolet, tampak beroperasi normal sejak pagi. (Baca: Pemilu, KRL dan Transjakarta Tetap Beroperasi)

    Akun Twitter Traffic Management Center Polda Metro Jaya, @TMCPoldaMetro, melaporkan, pada pukul 07.48 WIB lalu lintas Jalan Sudirman menuju M.H. Thamrin juga lengang di kedua arahnya. Kondisi serupa juga terpantau di Jalan Raya Bogor, tepatnya di pertigaan Hek, Kramat Jati, yang biasanya selalu padat oleh kendaraan bermotor. Ruas jalan tol dalam kota dan Jagorawi pun, hingga sekitar pukul 08.00 WIB, dilaporkan masih sepi.

    Sementara itu, Rabu pagi ini diwarnai sebuah kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Bekasi, Kilometer 23, yang melibatkan sebuah angkutan umum dan sebuah truk tangki air. Kedua kendaraan bertabrakan sekitar pukul 06.00 WIB. Baik truk maupun angkot terbalik dan menutupi sebagian ruas jalan. (Baca juga: Pemilu, Pedagang Pasar Nyoblos Dulu Baru Jualan)

    PRAGA UTAMA



    Berita Lainnya:
    Pemilu, BI Minta Bank Stop Beroperasi
    Pemilu, KRL dan Transjakarta Tetap Beroperasi
    TPS Tempat Jokowi Nyoblos Tersedia Bubur Ayam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.