Hari Pemilu, KRL Commuter Line Sepi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja merapihkan bangku penumpang Kereta Api Listrik di Stasiun Peti Kemas Pasoso, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (21/4).PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mendatangkan 20 unit KRL Seri 6000 dari Jepang. TEMPO/ Agung Pambudhy

    Pekerja merapihkan bangku penumpang Kereta Api Listrik di Stasiun Peti Kemas Pasoso, Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (21/4).PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) mendatangkan 20 unit KRL Seri 6000 dari Jepang. TEMPO/ Agung Pambudhy

    TEMPO.CO, Jakarta - Suasana kereta rel listrik (KRL) Commuter Line sepi pada Rabu, 9 April 2014. Kereta dari Bogor yang biasanya penuh sesak oleh penumpang masih lowong ketika kereta berangkat dari Bogor sekitar pukul 08.00 WIB. Soalnya, para pekerja yang biasanya menggunakan kereta sejak pagi kini mendapat libur. Pemerintah memang mengeluarkan surat edaran agar kantor-kantor meliburkan karyawannya pada hari pemilihan.

    Di kereta tujuan Jakarta, terlihat hanya segelintir orang yang tak kebagian tempat duduk. Sisanya tampak duduk santai sambil bermain telepon seluler atau melanjutkan tidur.

    Meski begitu, layanan KRL Jabodetabek tetap berjalan seperti biasa. "Operasi kereta tetap normal meski pemilu," kata juru bicara PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) melalui pesan pendek, Rabu, 9 April 2014. (baca: Pemilu, KRL dan Transjakarta Tetap Beroperasi)

    Para petugas penjaga stasiun dan di dalam kereta juga tetap bekerja seperti hari-hari biasa. Salah satu petugas keamanan, Saefudin, mengatakan dirinya belum bisa menggunakan hak pilih. "Habis operasi kereta kan tidak ada perubahan, kami masuk seperti biasa saja," ujar pria yang terdaftar sebagai pemilih di Ciapus, Bogor, itu. (baca juga: TPS Tempat Jokowi Nyoblos Tersedia Bubur Ayam)

    ANGGRITA DESYANI

    Berita Lainnya:
    Hampir 3.000 Polisi Amankan Pemilu di Tangerang
    Pemilu, Pedagang Pasar Nyoblos Dulu Baru Jualan
    Pemilu, KRL dan Transjakarta Tetap Beroperasi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.