Curhat Pemulung: Tak Banyak Berharap dari Pemilu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pemulung manusia gerobak beristirahat di pinggir jalan perumahan Bintaro Jaya, Jakarta (7/8). Sebutan manusia gerobak ini karena mereka menjadikan gerobak sebagai rumah tempat beraktivitas dan tidur untuk sehari-hari.  TEMPO/Seto Wardhana.

    Seorang pemulung manusia gerobak beristirahat di pinggir jalan perumahan Bintaro Jaya, Jakarta (7/8). Sebutan manusia gerobak ini karena mereka menjadikan gerobak sebagai rumah tempat beraktivitas dan tidur untuk sehari-hari. TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO , Jakarta:  Gempita pemilihan umum legislatif juga singgah di warga yang tinggal di bantaran rel kereta. Bahkan sebagian dari mereka meluangkan waktu untuk menggunakan hak suaranya meski ada juga yang memilih diam di bedeng tempat tinggalnya.

    Sigit, 23 tahun, salah satu warga yang tinggal di bantaran rel Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat, mengaku sudah menunaikan haknya. "KTP saya di Tanjung Priok tadi nyoblos di sana," kata warga pendatang dari Indramayu ini pada Rabu, 9 April 2014.

    Meski sudah menggunakan hak pilihnya, Sigit mengaku sempat kagok saat mencoblos. Dia menuturkan tidak tahu bagaimana cara memilih. Siapa yang dipilih pun dia mengaku hanya asal coblos. "Yang gambar partainya paling sering dilihat aja kalau pas mulung," katanya. Saat berbincang dengan Tempo pun Sigit sedang asyik memilah botol minuman bekas.

    Suara lalu-lalang kereta dari dan menuju Stasiun Senen tak dia hiraukan. Terik matahari juga dianggapnya hal biasa. Pekerjaannya sebagai pemulung sudah dilakoninya sejak lima tahun lalu.

    Beberapa warga yang Tempo temui di sepanjang jalur kereta ini pun kebanyakan menggunakan hak pilihnya jauh dari tempat tinggal. Ada yang di Kemayoran, Jakarta Pusat, Tanjung Priok, Jakarta Utara, atau di Ciracas, Jakarta Timur. Tergantung alamat KTP. Tapi ada juga yang masih di Tanah Tinggi.

    Sigit dan warga lain di bantaran ini mengaku tidak banyak berharap dari pemilu kali ini. "Kami biasa hidup gini susah makanya gak terlalu berharap banyak yang penting bisa makan," katanya.

    Makanya ada warga yang memilih tidak mencoblos. "Saya tunggu hasil saja, nanti coblosnya pas presiden aja," kata seorang warga lainnya. (Baca juga:Di Kampung Deret, Jokowi-Prabowo Jadi Omongan)

    SYAILENDRA

    Berita Lainnya:
    Lubang Hitam Akan Telan Awan Gas Bima Sakti  
    Rudi Rubiandini Dituntut 10 Tahun Penjara  
    Kata Agnes Soal Adegan Mesra di Coke Bottle


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.