Gerindra Keok di Rumahnya, Ahok Tak Marah-marah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama nyoblos bersama istrinya, Veronica Tan. TEMPO/Reza Aditya

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama nyoblos bersama istrinya, Veronica Tan. TEMPO/Reza Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang juga politikus Partai Gerindra mengaku tak mempermasalahkan kekalahan partainya dalam perolehan suara pemilu legislatif di tempat tinggalnya. (Baca: Ahok Tak Targetkan Gerindra Menang di TPS-nya)

    Hasil suara di berbagai tempat pemungutan suara pun telah diperoleh. Di TPS 067 Muara Karang, tempat Basuki memberikan suaranya pun Partai Gerindra kalah telak. Ia mengatakan tak terlalu mempermasalahkannya. "Itu kan hak pilih orang, kami susah sih ya kalau mau marahi orang," kata dia di Balai Kota, Kamis, 10 April 2014.

    Menurut Ahok, sekarang ini masyarakat sudah bisa dibilang cerdas karena telah memilih berdasarkan sosok calon legislatif itu sendiri. "Masyarakat betul-betul memilih orang loh, beda enggak kayak dulu memilih partai," kata dia. (Baca: Suara Gerindra Nomor 3, Ahok: Terima Kasih)

    Padahal, menurut Ahok, di wilayah TPS tempat tinggalnya ada caleg Partai Gerindra. Namun, ternyata tak berhasil mendongkrak suara partai yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presidennya itu. "Saya berpikir bisa menang, tapi mau gimana," kata dia.

    Di TPS 067 ini, Partai Gerindra hanya memperoleh 18 suara. Tertinggal jauh dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang berhasil mengumpulkan 123 suara. Disusul Partai Hanura dengan jumlah 11 suara, Partai Demokrat 8 suara, Golkar 7 suara, PKB 5 suara, PKS 2 suara, PAN 1 suara, PPP 0 suara, PBB 0 suara, dan PKPI 0 suara. (Baca: Ahok Disuruh Duluan Mencoblos tapi Pilih Antre)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita Lainnya:
    Pemerintah DKI Larang Parpol Terlibat Kartu Pintar
    Siang Ini, Jakarta Bakal Hujan
    Curhat Pemulung: Tak Banyak Berharap dari Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.