Golkar DKI Kecewa Angka Golput Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie berbincang dengan Wakil ketua Dewan Pertimbangan Luhut Panjaitan ketika mengawasi penghitungan cepat Pileg di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta (9/4). Dalam Hasil dari penghitungan sementara menunjukan PDI-P memimpin perolehan suara disusul Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKB. TEMPO/Seto Wardhana

    Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie berbincang dengan Wakil ketua Dewan Pertimbangan Luhut Panjaitan ketika mengawasi penghitungan cepat Pileg di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Jakarta (9/4). Dalam Hasil dari penghitungan sementara menunjukan PDI-P memimpin perolehan suara disusul Golkar, Gerindra, Demokrat dan PKB. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar DKI Ashraf Ali mengatakan partainya masih melakukan penghitungan terhadap hasil pemilihan umum legislatif 9 April 2014. Dia memperkirakan suara Partai Golkar mengalami peningkatan.

    "Tahun ini bisa meningkat dari tujuh kursilah," katanya kepada Tempo, Kamis, 10 April 2014. Namun sejauh ini dia mengaku belum berani mengungkapkan berapa perolehan suara partainya. "Kami masih kumpulkan data. Kalau mau prediksi kan harus ada data."

    Dia pun tak menyebutkan pemetaan dalam suara di DPRD DKI. "Kami masih sedang hitung terus, menunggu dari kelurahan," katanya. Terkait dengan pelaksanaan pemilu legislatif kemarin, Ashraf melihatnya berjalan cukup lancar. Meski, dia mengaku menyesalkan masih tingginya angka golput alias yang tidak mencoblos. "Ini sampai 40 persen golputnya." (Baca juga: Gerindra Klaim Ada di Posisi Kedua di Jakarta)

    NINIS CHAIRUNNISA



    Berita Lainnya:
    DKI Rombak Standar Penerima Kartu Jakarta Pintar
    Sakit Hati, Roger Danuarta Minta Dirawat di RS
    Jalan Sudirman Ambles, Jokowi: Itu Wewenang Pusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.