Caleg Kalah, Simpatisan Stres dan Coba Bunuh Diri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang Ibu meletakkan sesajen di dekat bilik pencoblosan sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif di Denpasar, Bali (9/4). (Putu Sayoga/Getty Images)

    Seorang Ibu meletakkan sesajen di dekat bilik pencoblosan sebelum pelaksanaan Pemilu Legislatif di Denpasar, Bali (9/4). (Putu Sayoga/Getty Images)

    TEMPO.CO , Tangerang - Calon legislatif yang didukungnya kalah dalam perolehan suara pemilu, seorang simpatisan stres dan berupaya bunuh diri. Simpatisan tersebut bernama Farid, 19 tahun, warga Kampung Cisauk Kaler, RT 01 RW 04, Desa Situ Gadung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

    Farid nekat mencoba menghabisi nyawanya dengan menenggak obat nyamuk berbentuk krim yang dioplos dengan deterjen. Lalu, pemuda ini memotong urat nadinya.

    Kepala kepolisian Sektor Pagedangan Ajun Komisaris Murodih mengatakan belum mengetahui motif Farid melakukan percobaan bunuh diri. Farid adalah simpatisan Ahmad Ghozali, calon anggota DPRD Provinsi Banten dari Partai Persatuan Pembangunan, yang kalah di tempat pemungutan suara (TPS) dekat rumahnya. Setelah penghitungan suara tingkat PPS dilakukan, perolehan suara Ghozali tidak signifikan dan terancam gagal memperoleh kursi di DPRD Banten. "Aksi bunuh diri ini dilakukan oleh Farid pada Kamis malam di rumahnya," kata Murodih, Jumat, 11 April 2014.

    Untungnya, kejadian itu cepat diketahui oleh Suwandi, 77 tahun, orang tua Farid. Dalam kondisi lengan berdarah dan mulut berbusa, Farid kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Selaras sebelum akhirnya dirujuk ke RS Siloam Karawaci.

    "Korban kini masih dirawat di RS Siloam. Masa kritisnya sudah lewat. Sekarang kondisinya semakin membaik," ujar Kepala Unit Reserse dan Kriminal Polsek Pagedangan Inspektur Dua Subarjo.

    Hanya saja, polisi belum bisa menggali informasi banyak tentang hal apa yang mendorong pemuda itu melakukan aksi tersebut. "Penyebabnya masih kami selidiki," katanya. (Baca juga: Kalah, Caleg Seksi Talita Pasrah dan Caleg Kalah Sebar SMS 'Strategi Yudas')

    JONIANSYAH

    Berita Lainnya:
    DKI Rombak Standar Penerima Kartu Jakarta Pintar
    Sakit Hati, Roger Danuarta Minta Dirawat di RS
    Jalan Sudirman Ambles, Jokowi: Itu Wewenang Pusat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.