Rel Patah di Pasar Minggu, Perjalanan KRL Tersendat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kereta mengantri di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, (4/4). Akibat kerusakan pantograf di Stasiun Universitas Indonesia, sejumlah penumpang mengembalikan tiket dan memilih transportasi lain. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah kereta mengantri di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta, (4/4). Akibat kerusakan pantograf di Stasiun Universitas Indonesia, sejumlah penumpang mengembalikan tiket dan memilih transportasi lain. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Perjalanan rel kereta listrik di jalur Bogor-Jakarta kembali tersendat pagi ini, Sabtu, 12 April 2014. Sejumlah rangkaian kereta komuter yang berangkat dari Bogor menumpuk dan antre untuk jalan di Stasiun Depok.

    "Ada rel patah antara Stasiun Tanjung Barat dan Pasar Minggu. Kami mohon maaf perjalanan Anda terganggu," kata petugas kereta dari pengeras suara, memberitahukan gangguan tersebut kepada para penumpang di dalam kereta rute Bogor-Jatinegara, Sabtu pagi. (Baca juga: Jadwal KRL dari Stasiun UI Normal Setelah 5 Jam Terganggu)

    Perbaikan, kata petugas kereta, sedang dilakukan dengan mengelas bagian rel yang patah. Akibat rel patah ini, kereta yang menuju Jakarta atau Jatinegara dan arah sebaliknya hanya bisa melalui satu jalur.

    Sejumlah penumpang mengeluhkan perjalanan kereta yang terganggu tersebut. Ratusan menumpang keluar dari kereta dan memilih duduk-duduk di peron Stasiun Depok. “Saya jadi telat sampai tempat kerja. Sudah sering komuter ada gangguan begini,” kata Ahmad, pekerja di Jakarta Selatan.

    Juru bicara PT KAI Commuter Jadebotabek Eva Chairunisa belum bisa dimintai tanggapan apa sebenarnya penyebab rel patah. Telepon dan pesan pendek tak dibalas.

    Gangguan perjalanan kereta dalam dua pekan terakhir berkali-kali terjadi. Senin pagi lalu, 7 April 2014, KRL rute Bogor-Jakarta dan sebaliknya terganggu karena pantograf rusak. Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai, Karet, dan Tanah Abang.

    Keesokan harinya, Selasa sore, 8 April, juga ada kerusakan pada KA 961 rute Bogor-Jatinegara akibat bengkoknya pantograf. Gangguan terjadi di Depok. Penumpang kemudian dipindahkan ke kereta lainnya. (Baca: KRL Terganggu, Seratus Penumpang Kembalikan Tiket)

    Jumat lalu, 4 April 2014, pantograf KRL juga rusak. Akibatnya, ratusan penumpang KRL di Stasiun Universitas Indonesia (UI) menunggu hingga lebih dari dua jam. Di Stasiun UI, 175 orang mengembalikan tiket perjalanannya karena keterlambatan itu. Pihak stasiun harus melayani pengembalian tiket karena mereka tidak bisa berbuat banyak terhadap kerusakan itu.

    Novalia, mahasiswa Universitas Indonesia, kala itu mengatakan perjalanan dari Stasiun Tebet ke Stasiun UI membutuhkan waktu dua jam. Itu pun dia harus menunggu kereta mulai pukul 08.00. "Setiap stasiun juga harus berhenti sepuluh menit," katanya. (Baca: Pantograf Patah, KRL Bogor-Jakarta Belum Normal)

    NUR HASIM

    Berita Lainnya:
    Sakit Hati, Roger Danuarta Minta Dirawat di RS
    Jalan Sudirman Ambles, Jokowi: Itu Wewenang Pusat
    Jalan Sudirman Ambles Akibat Gorong-gorong Pecah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.