Ahok: Jakarta Tak Perlu Buang Sampah ke Bantargebang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama dengan Liang Jen Chang berpose untuk foto saat serah terima hibah bantuan truk sampah dari TETO kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kantor Dinas Kebersihan DKI Jakarta (11/4). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Basuki Tjahaja Purnama dengan Liang Jen Chang berpose untuk foto saat serah terima hibah bantuan truk sampah dari TETO kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Kantor Dinas Kebersihan DKI Jakarta (11/4). TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menargetkan dapat menyediakan satu unit insinerator di tiap kelurahan. Dengan adanya insinerator, kata dia, Jakarta tak perlu lagi membayar retribusi ke tempat pembuangan akhir Bantargebang, Bekasi.

    "Kami punya uang, tapi kenapa harus membayar sampah yang dibuang ke lahan kami sendiri?" kata Ahok, seusai menerima hibah truk sampah dari Kepala Perwakilan Pengusaha Taiwan, Liang Jen Chang, di Kantor Dinas Kebersihan, Jumat, 11 April 2014. (Baca: Bekasi Usir Truk Sampah DKI dan Girang Ahok, Bekasi Usir Truk Sampah DKI)

    Insinerator, kata Ahok, merupakan tahap lanjutan setelah Jakarta memiliki truk sampah dalam jumlah yang memadai. Alat ini merupakan teknologi pengolahan sampah bertemperatur tinggi. Zat buangan dari proses ini berupa abu, partikular, panas, dan gas sisa hasil pembakaran yang telah dibersihkan dari polutan sebelum dilepas ke udara.

    Idealnya, Jakarta memiliki 700 unit truk sampah untuk menggantikan truk yang sudah tak layak beroperasi. Ahok berkata pengadaan truk dilakukan dengan membeli sendiri dari anggaran pengelolaan sampah senilai Rp 1,2 triliun dan hibah dari pengusaha Taiwan dan Tiongkok. "Kami beli 300-400 unit, sisanya didapat dari pengusaha yang sudah melapor ke kami ingin menyumbang truk," kata dia.

    Ahok mengklaim pembangunan insinerator seharga Rp 300-400 miliar per unit akan lebih menguntungkan ketimbang menghabiskan Rp 800 miliar setiap tahun untuk membuang sampah ke Bantargebang. (Baca: Ada Mafia di Dinas Kebersihan, Ahok Audit Swasta)

    Untuk permulaan, Ahok mengatakan pembangunan insinerator akan mengadopsi teknologi ramah lingkungan yang sudah digunakan Taiwan. Teknologi ini memungkinkan alat ini juga dapat dibangun di rumah sakit tanpa mengganggu kenyamanan pasien. "Di Taiwan sudah biasa insinerator berada satu gedung dengan restoran," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI

    Topik terhangat:
    Pemilu 2014 | MH370 | Pesawat Kepresidenan | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Punya Pesawat Mirip RI, Presiden Ini Terjungkal
    Siapa Dua Pilot Pesawat Baru Kepresidenan RI?
    Jokowi: Saya Datang IHSG Naik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.