Ortu Korban Pelecehan Sekolah Internasional Belum Tuntut Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis yang peduli terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak melakukan aksi di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (29/1). Mereka menuntut adanya perhatian lebih dari pemerintah dan elemen masyarakat terhadap kejahatan seksual pada anak dan perempuan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Aktivis yang peduli terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak melakukan aksi di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (29/1). Mereka menuntut adanya perhatian lebih dari pemerintah dan elemen masyarakat terhadap kejahatan seksual pada anak dan perempuan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Orang tua korban pelecehan seksual di sekolah taman kanak-kanak internasional di Jakarta mengatakan, belum berpikir untuk menuntut pihak sekolah. "Saya mau fokus pada kasusnya dulu. Saya ingin semua pelakunya terungkap," kata dia kepada Tempo, Senin, 14 April 2014. (Baca: Pelaku Sodomi Murid TK Internasional Berkomplot)

    Sebelumnya, pada 3 April lalu, tim Reserse dan Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap tiga orang pelaku pelecehan, yakni Agung, 28 tahun, Awan, 27 tahun, dan Afriska, 28 tahun. Namun, polisi tidak bisa menemukan bukti kuat bahwa Afriska ikut terlibat, walaupun korban menyebutkan setiap kali dirinya disiksa, Afriska kerap memegangi tubuhnya dan memukulinya. (Baca: Modus Pelecehan Seksual Murid TK Internasional)

    Agung dan Awan telah mengakui perbuatannya menyodomi M secara bergantian dalam kesempatan berbeda. Namun, kepada polisi, keduanya mengakui perbuatan bejat itu dilakukan di toilet sekolah. Setelah diperiksa di laboratorium pun, kedua pelaku diketahui terjangkit bakteri penyakit kelamin, yang identik dengan bakteri pada dubur korban. (Baca: Akhir 3 Kasus Pelecehan Seksual Di Sekolah)

    Ibu korban yakin bahwa ada aktor utama atau pemimpin kelompok pedofil yang melecehkan anaknya itu. P menganggap aksi keji terhadap anaknya ini dilakukan dengan niat untuk kepuasan seksual dan memang direncanakan para pelaku. "Saya ingin semua pelakunya tertangkap dan kasus ini terungkap seluruhnya." Soal meminta pertanggungjawaban sekolah, ujarnya, baru akan ia pikirkan kalau kasus ini sudah selesai.

    PRAGA UTAMA

    Topik terhangat:
    Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | MH370 | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Siswa TK Internasional Diduga Alami Pelecehan
    Jokowi dalam Soal Ujian, Pemerintah: Tak Disengaja
    Konvensi Demokrat Sudah Antiklimaks


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kecelakaan Tol Cipali Dipicu Bus yang Supirnya Diserang Penumpang

    Kecelakanan Tol Cipali melibatkan empat kendaraan beruntun di kilometer 150, Senin dinihari, 17 Juni 2019 dipicu serangan penumpang pada supir.