Ada di Soal UN, Jokowi: Sebaiknya Pahlawan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), yang juga bakal capres dari PDIP menunjukan surat suara sebelum mencoblosnya di TPS 27 Menteng, Jakarta Pusat (9/4). ANTARA/Fanny Octavianus

    Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), yang juga bakal capres dari PDIP menunjukan surat suara sebelum mencoblosnya di TPS 27 Menteng, Jakarta Pusat (9/4). ANTARA/Fanny Octavianus

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan Ujian Nasional untuk soal Bahasa Indonesia tingkat SMA kemarin geger dengan adanya profil Jokowi. Menanggapi itu, Jokowi mengaku tak mengetahuinya. "Enggak tahu saya. Tanya yang buat," kata Jokowi, Senin, 14 April 2014. (Baca: Soal UN Jokowi Tak Ditemukan di Jakarta)

    Dalam soal tersebut, ditulis sebanyak dua paragraf berisi profil Jokowi sebagai gubernur. Jokowi dikenal sebagai pejabat yang hobi blusukan dan mendapatkan sejumlah penghargaan. (Baca: Jokowi dalam Soal Ujian, Pemerintah: Tak Disengaja)

    Namun, dalam paragraf tersebut ditulis bahwa Jokowi sempat mengalami hambatan ketika menentukan upah minimum provinsi dengan para buruh. Kemudian, ada dua pertanyaan terkait profil tadi. (Baca: Cerita Tentang Jokowi di Soal Ujian Nasional)

    Menurut Jokowi, jika terkait dengan soal ujian, lebih baik mengambil tokoh pahlawan nasional, bukan dirinya. "Yang dari Aceh, Maluku dan daerah lainnya. Saya kira lebih relevan," kata dia. "Jejak sejarah juga lebih tertangkap oleh anak-anak kita."

    NINIS CHAIRUNNISA

    Topik terhangat:
    Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | MH370 | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Siswa TK Internasional Diduga Alami Pelecehan
    Cerita Investasi Ferdi Hasan Hingga Rugi Rp 12 M
    Konvensi Demokrat Sudah Antiklimaks


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.