Korban Pencabulan Masih Trauma, Tak Mau ke Polda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap anak. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi kejiwaan bocah laki-laki lima tahun yang menjadi korban pencabulan oleh petugas kebersihan taman kanak-kanak international dikabarkan memburuk. "Tadi mau kami ajak ke Polda untuk mengidentifikasi pelaku, tapi anaknya berteriak-teriak ketakutan," kata Andi Muhamad Asrun, pengacara korban, Selasa, 15 April 2014.

    Awalnya, pada Selasa pagi tadi, korban akan diajak ke Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya. Dia akan diminta kembali mengidentifikasi pelaku sekaligus ditanyai ihwal kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat kasus ini. Korban, menurut Andi, menolak pergi ke luar rumah karena tidak mau memakai celana. "Dia sekarang ketakutan kalau pakai celana, soalnya dia teringat sewaktu dicabuli di sekolah; pelaku memelorotkan celana korban secara paksa."

    Kondisi psikologis korban juga diperparah dengan penyakit yang dideritanya akibat pencabulan itu. Saat ini korban tertular infeksi bakteri dan herpes. Pengacara juga menduga korban pernah diancam pelaku memakai pisau ataupun gunting. Karena, ujar Andi, setiap kali melihat dua benda tajam itu, korban ketakuran dan berteriak histeris. "Setiap malam juga mengigau, berteriak-teriak," ujarnya.

    Dengan pertimbangan kondisi psikologis itu, pengacara mengusulkan agar pemeriksaan dilakukan di rumah korban. "Nanti mungkin foto para pelaku akan dibawa untuk diidentifikasi korban." Soalnya, kata Andi, meski ibunya telah membujuk sang anak, korban tetap enggan diajak ke luar rumah.(Baca :Pelecehan Anak TK, Sekolah Dinilai Kebobolan Terima Pegawai)

    Andi hari ini mendatangi pihak sekolah untuk meminta perkembangan penyelidikan internal yang dilakukan sekolah. "Dari awal memang polisi juga menduga ada keterlibatan orang lain, dan jumlah korban tidak hanya satu orang." Menurut dia, kepada keluarga korban, pengelola sekolah cukup bersikap kooperatif. "Mereka juga sudah menawarkan kompensasi berupa biaya pengobatan korban, dan menyatakan akan mendampingi keluarga hingga kasus ini selesai."

    Namun, meski begitu, pihak sekolah masih bersikap tertutup kepada wartawan. Sejak pagi, belasan wartawan yang mencoba meminta konfirmasi dari pengelola sekolah tidak mendapat respons. Belum ada perwakilan sekolah yang memberi pernyataan resmi kepada media.

    PRAGA UTAMA

    Berita Terpopuler

    Siswa TK Internasional Diduga Alami Pelecehan
    Modus Pelecehan Seksual Murid TK Internasional
    Bocah Korban Pelecehan: Stop, Please Don't Do That 
    Pelaku Sodomi Murid TK Internasional Berkomplot


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.