PNS Gemuk di Depok Diminta Tes Kebugaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dok. TEMPO

    Dok. TEMPO

    TEMPO.CO, Depok - Depok akan mengadakan razia tes kebugaran terhadap pegawai negeri sipil (PNS) yang kelebihan berat badan atau gendut pada pekan depan. Berdasarkan analisa sementara Dinas Kesehatan Kota Depok, diperkirakan tes kebugaran nanti diikuti lebih dari 100 PNS karena banyak yang masuk kategori gemuk.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Lies Karmawati mengatakan, dari grafik Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dengan cara membagi antara berat badan dan tinggi badan. Jika berada antara 18,5 sampai 22,9 terhitung normal. Sedangkan yang dikategorikan gemuk adalah yang memiliki IMT 23. Dan yang memiliki IMT antara 23 sampai 24,5 termasuk kategori preobesitas. IMT lebih dari 25 termasuk dalam kategori obesitas. "Banyak PNS yang masuk kategori gemuk," kata Lies, Rabu, 16 April 2014.

    Menurut Lies, tes kebugaran dilakukan agar berat badan mereka kembali ke standar normal sehingga kinerja dapat ditingkatkan. Tubuh yang kelebihan berat badan dianggap bisa menghalangi kinerja PNS.

    Dinkes telah melayangkan surat ke seluruh OPD, UPT hingga tingkat kelurahan untuk mendata PNS yang masuk dalam kategori gemuk. Kemudian, akhir pekan ini akan diumumkan siapa saja nama-nama yang masuk dalam kategori tersebut.  Saat ini, Dinkes sudah menerima data PNS dari 30 kelurahan dan 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). (Baca: Diet Ketat ala Polisi Gendut Malang)

    Menurut, Lies tes kebugaran itu akan dilakukan dengan mulai dari tekanan darah sampai jalan atau lari sepanjang 1.600 meter. PNS yang tidak lulus tes akan diberikan konseling dan bimbingan untuk mengurangi bobot tubuhnya. PNS yang gemuk harus mengurangi makan nasi dan mengganti dengan karbohidrat lain yang kadar glikemiknya rendah. "Orang dengan berat tubuh tidak ideal cenderung tidak bugar," kata dia.

    Dari tes kebugaran, petugas akan mencatat waktu yang ditempuh ketika berlari. Diseimbangkan dengan usia yang bersangkutan. Lalu bisa diketahui berdasarkan usianya apakah dia termasuk dalam kategori bugar atau tidak. PNS yang diketahui tidak bugar, kata Lies, akan diberikan konseling untuk menjadikan berat badannya lebih ideal. "Kami juga akan memantau terus perkembangan dari PNS tersebut."

    Ketua Nasional Pandu Diabetes Indonesia, Epie Suryono mengatakan, Kota Depok menempati posisi kedua setelah Maluku Utara untuk jumlah penderita diabetes terbanyak di Indonesia. Sementara jumlah penderita diabetes di Indonesia sebanyak 7,6 juta orang dan menempati urutan ke empat terbanyak di dunia setelah India, Cina, dan Amerika Serikat. (Baca juga: Jumlah Orang Gendut Naik dan 6 Tip Agar Makan Malam Tak Bikin Gendut)

    ILHAM TIRTA

    Berita Lainnya:
    Pelecehan Siswa TK, Kadis Pendidikan DKI Geram 
    Satpol PP Tepergok Nyabu di Balai Kota Bogor
    Korban Pelecehan TK Tunjuk Dua Terduga Pelaku Baru 
    Bekasi Siapkan 3 Strategi Penanggulangan Narkoba
    Penjual Nasi di Bekasi Jadi Pengedar Sabu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.