Bos KAI Minta Maaf kepada Penumpang KRL di Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerumunan ratusan penumpang KRL Commuter Line yang berunjukrasa di stasiun Bekasi (17/4).  ANTARA

    Kerumunan ratusan penumpang KRL Commuter Line yang berunjukrasa di stasiun Bekasi (17/4). ANTARA

    TEMPO.CO, Bekasi - Wakil Direksi PT KAI Daop 1 Eddy Suryanto memohon maaf kepada para penumpang yang berunjuk rasa di Stasiun Bekasi atas kurangnya layanan Commuter Line selama ini. "Kami, mewakili Direksi PT KAI, memohon maaf atas layanan yang kami berikan," katanya melalui pengeras suara, Kamis siang, 17 April 2014 di Stasiun Bekasi. (Baca:Penumpang KRL Bekasi Duduki Rel Jalur Luar Kota)

    Eddy datang pukul 11.38 WIB di Stasiun Bekasi. Ia langsung berbicara menghadapi para penumpang yang sempat "panas" menunggu kedatangan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Ignasius Jonan. "Yang kami harapkan Pak Jonan yang datang ke mari," teriak salah satu demonstran. (Baca:Roker Usul Ada Partai Anti-Pantograf Nyangkut)

    Eddy berusaha menenangkan para demonstran dengan mengatakan bahwa ia juga mewakili orang nomor satu di  PT KAI itu. Ia pun berjanji kepada para demonstran untuk terus memperbaiki pelayanan kereta api.

    "Dalam waktu tiga hari sejak 17 April, kami berkomitmen akan perbaiki pelayanan kereta api," katanya berjanji. "Mulai detik ini, sama-ama akan kita perbaiki layanan, sarana dan jalurnya.

    Wakil Direksi PT KAI Commuter Jabodetabek Appriyono Wedi pun meminta maaf kepada para demonstran atas keterlambatan pelayanan yang diberikan akhir-akhir ini. (Baca:KAI Diminta Serius Benahi KRL Jabodetabek)

    Setelah keluar pernyataan dari para direksi PT KAI dan KCJ, para demonstran diminta menyingkir dari jalur 4 agar kereta Argo Dwipangga yang menuju Solo, Jawa Tengah, bisa lewat. Tak lama kemudian, Commuter Line di jalur 2 yang seharusnya berangkat pukul 07.45 akhirnya diberangkatkan menuju Stasiun Jakarta Kota.

    Sebelumnya, ratusan penumpang kereta api menduduki rel jalur 4. Mereka menghadang kereta yang hendak pergi ke kota-kota di Jawa. Aksi spontanitas ini dilakukan sejak pukul 07.00. Para demonstran mengaku marah karena Commuter Line sering terlambat. Akibatnya, mereka juga terlambat sampai di tempat tujuan.

    MITRA TARIGAN

    Terpopuler Metro:

    Jokowi: Terminal Manggarai Prototipe buat yang Lain
    Satpol PP Tepergok Nyabu di Balai Kota Bogor
    Tersangka Baru Kasus Murid TK JIS, Ini Kata Polisi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.