Hotman Paris: Pengamanan JIS Setara Istana Presiden  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Seorang siswa taman kanak-kanak JIS menjadi korban pelecehan pedofilia oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Seorang siswa taman kanak-kanak JIS menjadi korban pelecehan pedofilia oleh dua petugas kebersihan di sekolah itu. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Peristiwa pelecehan seksual yang menimpa siswa Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) menimbulkan kecaman dari banyak pihak. Pengacara Hotman Paris Hutapea yang menyekolahkan tiga anaknya di sana turut mengecam terjadinya pelecehan tersebut. (Baca: Sekolah dengan Keamanan Ketat Dibobol Pedofil)

    "Saya hampir sepuluh tahun masuk-keluar JIS. Harus diakui, JIS adalah sekolah terhebat di Indonesia," kata Hotman saat ditemui Tempo di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis malam, 17 April 2014. Menurut dia, kehebatan sekolah internasional itu tampak dari fasilitas lengkap dan pengamanan ketat. "Keamanannya ketat sekali, hampir setara dengan Istana Presiden." (Baca: JIS Dituntut Tak Bungkam Soal Pelecehan Seksual)

    Dari reportase Tempo, sekolah bertaraf internasional di Jakarta Selatan itu menerapkan sistem keamanan yang ketat. Area sekolah yang terdiri atas TK hingga SMP itu dikelilingi dua lapis pagar tembok dan kawat setinggi 3 meter. Aktivitas di dalam sekolah praktis tidak terlihat dari luar. (Baca: Kasus Murid TK JIS, Korban Baru Versi Komnas Anak)

    Setiap kendaraan yang akan masuk harus melewati pemeriksaan di pintu gerbang yang dijaga tiga satpam berseragam safari oranye. Semuanya memegang radio komunikasi dua arah. Seorang satpam tampak memberi hormat kepada orang di dalam mobil lalu menanyakan keperluannya, sementara satpam lainnya mengecek bagasi dan melihat kolong mobil menggunakan cermin khusus. Prosedur ini dijalani setiap mobil selama sekitar satu menit. Kemacetan pun terjadi karena kendaraan yang akan masuk ke sekolah ini harus mengantre. (Baca: Trik Membujuk Korban Pelecehan TK JIS)

    Jika tidak ada mobil yang melintas, dua barikade besi muncul secara otomatis dari lantai aspal di dalam gerbang. Barikade ini mirip seperti yang terpasang di gerbang Istana Merdeka dan sejumlah kantor duta besar. Pintu gerbang juga membuka dan menutup secara otomatis. Sejumlah bus angkutan antar-jemput murid tampak terparkir di dalam halaman. "Standar operasionalnya memang begitu, sangat ketat," kata seorang satpam yang enggan dikutip namanya. (Baca: Cegah Pelecehan Seksual, Ajarkan Anak 5 Hal Ini)

    AISHA

    Topik terhangat:
    Pelecehan Siswa JIS | Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Ini Alasan Mahasiswa ITB Tolak Jokowi Masuk Kampus
    Anas Siapkan Laporan Kampanye Fiktif SBY
    Rahasia Madrid Kalahkan Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.