Selain Toilet, Ini Area Rawan di JIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta Selatan. ANTARA/Reno Esnir

    Sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta Selatan. ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang siswa Taman Kanak-kanak di Jakarta International School (JIS) telah menjadi korban pelecehan seksual oleh dua pekerja kebersihan. Kekerasan seksual terhadap bocah 5 tahun itu terjadi di toilet sekolah. (Baca: Trik Membujuk Korban Pelecehan TK JIS dan Beragam Ketakutan yang Dialami Korban Pelecehan TK JIS)

    Selain di toilet, pengacara Hotman Paris mengungkapkan sejumlah titik yang dianggap rawan di sekolah yang teletak di Cilandak, Jakarta Selatan, itu. "Di sejumlah titik penerangannya kurang," kata Hotman saat ditemui Tempo di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis malam, 17 April 2014. (Baca: Kemendikbud: Kontrol terhadap Izin TK JIS Lemah)

    Menurut Hotman, penerangan di sekitar koridor yang menghubungkan tiap gedung di JIS minim pencahayaan. "Saya suka waswas kalau ada anak perempuan yang berjalan di sana malam-malam," ujarnya. "Koridor ke toilet juga agak gelap kalau malam."

    Hotman mengatakan ini karena dia merasa memiliki hubungan dekat dengan sekolah tersebut. "Saya hampir sepuluh tahun keluar-masuk JIS," ujarnya. Hotman mengaku menyekolahkan tiga anaknya di situ. (Baca: Cegah Pelecehan Seksual, Ajarkan Anak 5 Hal Ini)

    Selama ini, kata Hotman, dirinya belum pernah mendengar kabar miring tentang JIS. Sekolah ini, menurut dia, juga terbilang bagus karena memiliki fasilitas lengkap dan pengamanan ketat. (Baca: Hotman Paris: Pengamanan JIS Setara Istana Presiden)

    AISHA

    Topik terhangat:
    Pelecehan Siswa JIS | Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Ini Alasan Mahasiswa ITB Tolak Jokowi Masuk Kampus
    Anas Siapkan Laporan Kampanye Fiktif SBY
    Rahasia Madrid Kalahkan Barcelona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.