Bangku Taman di Jakarta Banyak yang Rusak dan Dicuri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Jakarta bersantai di bangku taman yang telah di pasang di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (19/06) Pemasangan bangku taman tersebut  bertujuan untuk melengkapi fasilitas ruang publik yang terpasang di sepanjang  jalan Thamrin-Sudirman. TEMPO/Dasril Roszandi

    Warga Jakarta bersantai di bangku taman yang telah di pasang di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (19/06) Pemasangan bangku taman tersebut bertujuan untuk melengkapi fasilitas ruang publik yang terpasang di sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar mengatakan pihaknya sedang melakukan inventarisasi bangku taman di Jakarta. Hal ini terkait dengan laporan adanya sejumlah bangku taman yang rusak dan dicuri.

    "Kami sedang keliling untuk menginventarisir," kata dia kepada Tempo, Jumat, 18 April 2014. Sejauh ini, menurut dia, diketahui ada kurang lebih delapan bangku taman yang hilang di sekitar kawasan Senayan, Jakarta Pusat.

    Selain itu, dilaporkan pula ada lima bangku taman yang hilang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan Ratu Plaza. "Tapi itu dicopot dulu karena terkait proyek MRT," kata dia. (Baca: Ahok Gunakan Kamera CCTV Pantau Setiap Taman)

    Berdasarkan data dari Dinas Pertamanan DKI Jakarta, jumlah bangku taman yang sudah dipasang sebanyak 689 bangku yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta. Di antaranya di pasang di sepanjang trotoar, kampung deret, dan taman. Di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sendiri tercatat ada 128 bangku taman yang dipasang.

    NINIS CHAIRUNNISA

    Berita terpopuler:
    Para Roker KRL Ancam Lumpuhkan Stasiun Bekasi
    Bos KAI Minta Maaf kepada Penumpang KRL di Bekasi
    TNI Jaga Penumpang KRL yang Demonstrasi di Bekasi
    Jokowi Bandingkan Bus Hibah DKI dengan Bandung


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.