Libur Paskah, Jalan Tol Jakarta-Cikampek Padat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bergerak padat merayap di gerbang tol Ciawi, Gadog, Bogor, Jumat (18/4). TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah kendaraan bergerak padat merayap di gerbang tol Ciawi, Gadog, Bogor, Jumat (18/4). TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Arus lalu lintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek mengarah Cikampek mengalami kepadatan sejak Jumat pagi, 18 April 2014. Musababnya, warga Jakarta banyak yang bepergian ke luar daerah untuk menikmati libur panjang perayaan Paskah.

    "Sejak pagi tadi volume kendaraan mengalami peningkatan," kata Dirman, petugas Sentra Komunikasi Jalan Tol Jakarta-Cikampek, saat ditemui Tempo, Jumat, 18 April 2014. Menurut dia, akibat kepadatan tersebut, kecepatan kendaraan hanya 20-30 kilometer per jam.

    Dirman menambahkan, kepadatan arus didominasi kendaraan golongan satu, yakni kendaraan pribadi. Sedangkan kendaraan golongan dua sampai lima hanya terlihat sesekali melintas. "Kendaraan pribadi dengan tujuan Bandung," ujarnya.

    Ia memperkirakan kepadatan itu sampai Jumat malam. Sebab, diperkirakan masih banyak warga Jakarta yang bepergian ke luar kota seusai perayaan Paskah. Kendati padat, pihaknya menambah intrans dari Jakarta sebanyak dua pintu di gerbang Jalan Tol Cikarang Utama 1.

    "Yang awalnya sebelas dibuka menjadi 13 untuk mengurangi kepadatan," katanya. Beberapa peristiwa yang menyebabkan tersendatnya arus lalu lintas, seperti di Km 42, adalah adanya kendaraan yang kehabisan bahan bakar. Di Km 15, ada kecelakaan tunggal yang menjadi pusat perhatian pengendara.

    ADI WARSONO

    Topik terhangat:
    Pelecehan Siswa JIS | Pemilu 2014 | Jokowi | Pesawat Kepresidenan | Prabowo

    Berita terpopuler:
    Ini Alasan Mahasiswa ITB Tolak Jokowi Masuk Kampus
    Anas Siapkan Laporan Kampanye Fiktif SBY
    Rahasia Madrid Kalahkan Barcelona


  • Tol
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.