Ahad Ini, Ratusan Satwa Berparade di Ragunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengunjung memperhatikan gajah di Kebun Binatang Ragunan di Jakarta, (9/8). Kebun Binatang Ragunan merupakan salah satu tempat hiburan favorit bagi keluarga yang tinggal di Jakarta atau di wilayah sekitar Jakarta. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah pengunjung memperhatikan gajah di Kebun Binatang Ragunan di Jakarta, (9/8). Kebun Binatang Ragunan merupakan salah satu tempat hiburan favorit bagi keluarga yang tinggal di Jakarta atau di wilayah sekitar Jakarta. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta: Pengelola Taman Margasatwa Ragunan akan mengadakan parade satwa pada Ahad, 20 April 2014. "Ada ratusan satwa yang kami pertontonkan langsung kepada pengunjung," kata Kepala Humas Ragunan Wahyudi Bambang di kantornya, Jumat, 18 April 2014.

    Parade akan dimulai pukul 10.00 WIB yang diikuti 3 ekor gajah, 3 ekor kuda poni, ratusan burung, hingga aneka reptil. Menurut Wahyudi, biasanya pengunjung suka dengan parade semacam ini karena bisa melihat aneka binatang lebih dekat dan berfoto bersama hewan.

    Acara ini, kata Bambang, diharapkan bisa meningkatkan jumlah pengunjung yang pada akhir pekan, rata-rata mencapai 20 ribu orang. Pada Jumat, atau hari pertama libur panjang akhir pekan ini saja, tercatat 21.253 pengunjung yang datang. "Kami memprediksi puncak kunjungan terjadi Ahad ini dengan perkiraan mencapai 60 ribu pengunjung." (Baca: Libur Panjang, Ragunan Dikunjungi 40 Ribu Orang)

    Selain parade, diperkirakan pengunjung berebut naik mobil tur berbentuk kereta. Memang favoritnya kereta itu, katanya, yang mau naik selalu antre. Selain itu, area primata dan mamalia seperti gajah dan unta juga jadi atraksi yang selalu dipadati pengunjung. (Baca: Tarzan Ragunan 'Kalem' Saat Tak Ada Pengunjung)

    PRAGAUTAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.