DPRD Minta Genting Gedung Pemkot Bekasi Diperiksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kombinasi foto sebelum dan sesudah plafon ruang istirahat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ambruk di Gedung Pemerintah Kota Bekasi (19/4). Plafon ambruk karena tak mampu menahan debit air hujan deras dari genting yang bocor. Tempo/Ali Anwar

    Kombinasi foto sebelum dan sesudah plafon ruang istirahat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ambruk di Gedung Pemerintah Kota Bekasi (19/4). Plafon ambruk karena tak mampu menahan debit air hujan deras dari genting yang bocor. Tempo/Ali Anwar

    TEMPO.CO, Bekasi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi, Abdul Munim Hafidz, menyayangkan ambruknya plafon ruang Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. "Ruang wali kota itu sangat krusial, kenapa bisa sampai terjadi?" ujar Muin kepada Tempo, Ahad, 20 April 2014.

    Hujan deras disertai angin kencang menerjang Bekasi pada Sabtu, 21 April lalu, membuat salah satu genting di atas ruang Wali Kota Bekasi terlepas. Air deras yang terjun bebas dengan beban yang cukup berat tak mampu ditahan kayu kaso plafon.

    Plafon ukuran 2 x 2 meter dari total ruangan 5 x 6 meter di lantai 2 itu pun ambruk. Akibatnya, air bersama pecahan material kayu dan gypsum membanjiri spring bed dan karpet.

    Muin menyarankan kepada dinas terkait agar segera melakukan pemeriksaan seluruh ruangan. "Kalau tidak diantisipasi, bisa membahayakan seluruh aparatur pemerintah," kata Muin. Pusat Pemerintahan Kota Bekasi merupakan gedung bekas pusat Pemerintahan Kabupaten Bekasi yang dibangun pada era 1970-an.

    Kepala Dinas Pembangunan dan Pemadam Kebakaran Dadang Ginanjar mengatakan, meski usianya cukup tua, bangunan tersebut masih layak digunakan. "Tidak perlu uji kelaikan.” ujar Dadang.

    Meski begitu, dia menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi akan memperbaiki seluruh ruang kerja. “Nanti lihat kondisinya dulu,” tuturnya. Menurut Dadang, sejak awal April ini, beberapa SKPD telah dipindahkan ke gedung baru berlantai 10. Sedangkan Wali Kota Bekasi bakal menempati rumah dinas di pendapa.

    ADI WARSONO
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.