Jokowi Akan Pangkas Monopoli Ayam Potong  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Lampung Sjachroedin ZP blusukan bareng Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau peternakan di Lampung.  TEMPO/Syailendra Persada

    Gubernur Lampung Sjachroedin ZP blusukan bareng Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninjau peternakan di Lampung. TEMPO/Syailendra Persada

    TEMPO.CO, Pasawaran - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ingin memangkas monopoli ayam potong di Ibu Kota. Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanam investasi di Provinsi Lampung untuk peternakan ayam potong, termasuk pembangunan rumah pemotongan hewan.

    "Pemerintah harus memegang kendali dalam distribusi ayam potong di Jakarta," kata Jokowi di peternakan ayam di Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Rabu, 23 April 2014. Sebab, konsumsi ayam di Ibu Kota sangat tinggi.

    Dia mengatakan, dalam sehari, konsumsi ayam potong di Jakarta bisa mencapai 650 ribu ekor. Jadi, kata Jokowi, Pemprov DKI Jakarta harus ikut serta dalam mengendalikan peredarannya.

    "Ini soal ketahanan pangan agar yang terlibat tidak satu, dua, tiga saja," ujar mantan Wali Kota Solo ini. Hanya, Jokowi menjamin nantinya distribusi tetap lewat asosiasi peternak ayam di Jakarta, sehingga keuntungan tidak di pemerintah saja.

    Jokowi menambahkan, kerja sama ini akan melibatkan PD Pasar Jaya dengan Badan Usaha Milik Daerah Pemerintah Provinsi Lampung. Skemanya, Jakarta akan menginvestasikan uang ke dalam bentuk peternakan dan pemotongan hewan.

    Sebab, dia memberi syarat, ayam yang masuk ke Jakarta harus sudah dipotong. Permasalahannya, di Lampung hanya ada satu rumah pemotongan hewan.

    Hanya saja, sejauh ini Jokowi belum memutuskan berapa besaran investasi yang disuntikan. "Yang pasti Jakarta uangnya banyak," katanya.

    Ketua Asosiasi Peternakan Ayam Ras Lampung Agus Hidayat mengatakan produksi ayam di Lampung bisa mencapai 13,5 juta ekor per bulan. Dan, 30 persen di antaranya didistribusikan ke Jakarta.

    "Jika kerja sama ini matang, sumber daya di Lampung sudah memadahi," ujarnya. Menurut dia, para peternak di Lampung sudah terlatih. Selain itu, masih banyak ruang terbuka hijau yang bisa dimanfaatkan.

    SYAILENDRA


    Berita terpopuler
    Harta Hadi Poernomo, dari Bekasi hingga California
    Bertambah, Korban Pelecehan Seksual di JIS  
    Tersandung Skandal Pajak, Ini Reaksi Bos BCA  
    Lonjakan Kekayaan Hadi Poernomo  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.