Keluarga Korban Pelecehan di JIS Terima Ancaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kekerasan terhadap anak. TEMPO/Ary Setiawan

    Ilustrasi kekerasan terhadap anak. TEMPO/Ary Setiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga bocah 6 tahun yang menjadi korban pelecehan seksual di Jakarta International School (JIS) mengadu ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LSPK). Didampingi pengacara, Andi M. Asrun, ibunda korban mendatangi kantor LPSK pada Selasa siang, 22 April 2014. "Keluarga mulai tidak nyaman karena ada sejumlah tindakan tidak menyenangkan sejak masalah ini diungkap ke publik," kata Andi kepada Tempo. (Baca: Keluarga Korban Pelecehan di JIS Mengadu ke LPSK)

    Salah satu contoh tindakan yang dianggap berbentuk ancaman ialah adanya pesan pendek (SMS) yang masuk ke ponsel ayah korban. Andi mengutip kalimat dalam sms itu: "Jangan jelek-jelekkan JIS di sini."

    "Tidak tahu siapa yang kirim sms itu, nomornya tidak dikenal, tapi mengatasnamakan menteri," kata Andi.

    Selain itu, Andi juga menyebutkan ada sejumlah pihak dari JIS yang mendatangi orang tua korban, meminta agar keluarga tidak lagi membesar-besarkan masalah kekerasan seksual ini. Kendati begitu, Andi membantah adanya berita yang beredar bahwa keluarga korban menerima uang dari pihak sekolah agar tidak berbicara kepada publik. "Soal sekolah yang mendatangi keluarga dan memberi uang, itu hanya isu." (Baca juga: Bertambah, Korban Pelecehan Seksual di JIS)

    Kasus kekerasan seksual yang menimpa murid Taman Kanak-kanak JIS ramai diberitakan setelah pada Senin, 14 April 2014, ibunda korban menggelar konferensi pers di Jakarta. Ibunda korban mengatakan dirinya memberanikan diri mengungkap kasus ini karena tidak mendapat respons baik dari pihak sekolah setelah melaporkan kasus ini ke Kepolisian Daerah Metro Jaya pada 24 Maret 2014. "Sudah bingung mau mengadu ke siapa, jadi saya buka saja semuanya, biar orang tua murid lain juga jadi lebih waspada," ujar ibunda korban sewaktu konferensi pers.

    Kepala Jakarta International School, Timothy Carr, membantah telah membungkam orang tua siswa agar tidak berbicara kepada wartawan dan kepolisian soal kasus pelecehan seksual. Sekolah, kata dia, tak pernah melarang kebebasan orang tua untuk menyampaikan apa pun kepada orang-orang yang mereka percayai. "Mereka berhak penuh untuk berbicara kepada media dan polisi," kata Carr saat menggelar konferensi pers di Hotel Sultan, Senin, 21 April 2014. (Baca tanggapan JIS soal ancaman kepada keluarga korban: JIS Bantah Bungkam Orang Tua Korban)

    PRAGA UTAMA

    Berita Lainnya:
    Pengacara Korban: Tangkap Ketua Yayasan JIS  
    Polisi Minta JIS Tak Lagi Ubah TKP  
    JIS Bantah Bungkam Orang Tua Korban  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H