Bandar Narkoba Tak Lagi Berdagang di Diskotek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menunjukan bentuk Obat-Obatan terlarang jenis baru Methylone atau dikenal dengan nama N-BOMB, di BNN, Jakarta (14/11). TEMPO/Seto Wardhana.

    Petugas menunjukan bentuk Obat-Obatan terlarang jenis baru Methylone atau dikenal dengan nama N-BOMB, di BNN, Jakarta (14/11). TEMPO/Seto Wardhana.

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) rutin menggelar razia di diskotek, terutama di Jakarta. Razia ini, menurut Kepala Humas BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto, rutin tiap pekan bersama BNN Provinsi DKI Jakarta. "Sepanjang 2014 saja, kami sudah lebih dari 25 kali merazia diskotek," katanya kepada Tempo, Rabu, 23 April 2014.

    Dari semua razia itu, petugas BNN mendapati lebih dari seratus pengguna narkoba, baik warga negara Indonesia maupun asing. "Setiap kali razia, kami pasti mendapati pengguna narkoba. Tapi belum pernah ada bandar atau kurir yang tertangkap di diskotek," ujarnya. "Ini membuktikan bahwa peredaran narkoba sekarang sudah tidak melulu ada di diskotek, tapi kalau penggunanya memang banyak di sana."

    Seluruh pengguna narkoba yang terkena razia itu, menurut Sumirat, terbukti positif memakai zat terlarang karena setiap kali razia petugas BNN juga melakukan tes urine. "Hampir semua yang terjaring razia positif memakai sabu dan ekstasi."

    Mereka yang terbukti memakai narkoba kemudian diperiksa oleh tim assessment. "Tidak ada yang kami tahan, tapi semuanya diperintahkan untuk menjalani rehabilitasi." Sedangkan warga negara asing yang terbukti memakai narkoba diserahkan ke pihak Imigrasi untuk ditindaklanjuti.

    Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman mengancam akan mencabut izin diskotek di Ibu Kota yang lalai mencegah peredaran narkoba di tempatnya. Dinas Pariwisata juga telah melakukan pembatasan jumlah diskotek. Jadi, jika ada diskotek baru yang akan buka, harus menunggu diskotek lama tutup.

    Sumirat menilai langkah tersebut baik untuk membatasi peredaran narkoba di lokasi hiburan malam. "Tapi masalahnya, orang yang datang ke sana pakai narkobanya di luar, tidak di dalam. Jadi, tren peredaran narkobanya sudah mulai bergeser, dari yang biasa di dalam diskotek jadi di luar," katanya. "Bandar juga sudah tahu kalau diskotek sekarang tidak aman buat transaksi."

    PRAGA UTAMA

    Berita Lainnya:
    Kasus JIS, LPSK: Ada Potensi Ancaman
    Soal Eks Guru Pedofil Buron FBI, Ini Reaksi JIS
    Ini Modus Pedofil Mantan Guru di JIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.