Jokowi Nangis Gara-gara Jam Tangan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang peserta aksi mengenakan baju bergambar Joko Widodo saat deklarasi oleh Barisan Relawan Jokowi  Presiden di Kawasan Bundaran HI Jakarta (16/2). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut untuk mendukung Jokowi sebagai calon presiden pada pemilu 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    Seorang peserta aksi mengenakan baju bergambar Joko Widodo saat deklarasi oleh Barisan Relawan Jokowi Presiden di Kawasan Bundaran HI Jakarta (16/2). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta tersebut untuk mendukung Jokowi sebagai calon presiden pada pemilu 2014. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Lampung - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) punya cerita sendiri kenapa dia tidak menggunakan jam tangan. Menurut dia, tangannya merasa risi jika harus menggunakan alat penanda waktu tersebut.

    "Enggak usah yang mahal, yang murah saja saya enggak suka," kata Jokowi di Bandar Udara Radin Inten II Lampung pada Rabu, 23 April 2014. (Baca: Arloji-arloji Mewah Moeldoko Versi Media Singapura)

    Bahkan, Jokowi mengaku pernah menangis gara-gara jam tangan. Perisitiwanya terjadi saat Jokowi masih kanak-kanak. Saat itu, Jokowi dipaksa menggunakan jam tangan saat ada sesi foto. "Saya enggak mau jadi nangis," ujar dia.

    Dia sendiri mengaku sampai sekarang tidak pernah diberi hadiah jam tangan. Kalau diberi pun sudah tentu akan ditolaknya.

    "Kalau mau lihat jam mah gampang, kan ada telepon genggam, kalau enggak tinggal nanya orang," ujar dia. Menurut dia, tanpa jam tangan pun dia selalu disiplin waktu.(Baca: Panglima TNI Hobi Koleksi Jam Palsu)

    Di Lampung, Jokowi akan menindaklanjuti kesepakatan bersama yang telah ditandatangani dengan pemerintah Lampung mengenai pengelolaan pangan.

    SYAILENDRA

    Terpopuler:

    Hujan dan Angin Kencang, Pohon Bertumbangan 
    Risma Janjikan Pasar Turi Beres Sebelum Puasa

    Prak! Moeldoko Banting Jam Tangan Palsunya


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.