Ke Lokasi Kebakaran Senen, Jokowi Dicegat Ibu-ibu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Teten Masduki  berjalan menuju pasar Cisarua Bogor, Jawa Barat  (29/03). Dalam blusukan ke pasar Jokowi  bertemu  dengan ibu-ibu selama kampanye legislatif yang dilanjutkan  membeli beberapa jenis sayuran. TEMPO/Dasril Roszandi

    Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo bersama Teten Masduki berjalan menuju pasar Cisarua Bogor, Jawa Barat (29/03). Dalam blusukan ke pasar Jokowi bertemu dengan ibu-ibu selama kampanye legislatif yang dilanjutkan membeli beberapa jenis sayuran. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyambangi Pasar Senen, Jakarta Pusat, pagi ini, Jumat, 25 April 2014. Mengenakan baju koko putih serta peci dan berselempang sarung, ia bertolak dari Balai Kota pada pukul 09.25 WIB.

    Begitu tiba di Pasar Senen, Jokowi langsung menuju Blok III yang terbakar sebelumnya. Dibantu polisi dan pengawal, calon presiden dari PDI Perjuangan ini menembus kerumunan pedagang yang hilir mudik mengungsikan barang dagangan. Asap hitam pekat mengepul, namun Jokowi masuk tanpa masker. Warga di lokasi kebakaran lantas berbisik satu sama lain, "Ada Jokowi, ada Jokowi!" Beberapa bahkan berteriak, "Hidup Jokowi! Hidup Jokowi!"

    Jokowi menuju lantai dua dan tiga pasar dengan diikuti ratusan warga dan pedagang yang ingin menemuinya. Dia kemudian meminta mereka turun. "Turun, turun, bahaya," ujarnya sambil menghalau mereka dengan dibantu pengawal pribadi dan polisi. Terdengar pula peringatan lewat pengeras suara, "Yang tidak berkepentingan jangan masuk!"

    Dengan sepatu blusukan khasnya, Jokowi berdiri di depan kios yang terbakar. Genangan air sisa pemadaman kebakaran setinggi satu sentimeter tampak membasahi sepatu itu. Ia sempat mendengarkan penjelasan polisi dan mengamati kios dengan dahi mengernyit selama beberapa saat. Dia meletakkan tangan kiri di pipinya, seperti hendak berlindung dari panasnya asap yang mengepul di depannya.

    Jokowi kemudian turun. Dia masih diikuti puluhan orang yang antusias ingin melihatnya. Tak berapa lama kemudian Jokowi tampak menelepon seseorang. Ia juga sempat dicegat ibu-ibu yang menangis mengeluhkan kebakaran.

    Jokowi lalu naik lagi. Kali ini rombongan warga dan wartawan tidak dibolehkan mengikutinya. Semua menunggu di luar garis polisi.

    ATMI PERTIWI

    Berita terpopuler:
    Hadi Poernomo: Saya Menikahi Anak 'Wong Sugih'
    Jokowi Nangis Gara-gara Jam Tangan
    Akuisisi Batal, Dahlan: Saya Seolah Menteri Ngawur
    Pelawak Oni dan Bekas Bupati Aceng ke Senayan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.