Polisi : Ada Tujuh Kasus Kekerasan Seksual di JIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Kepolisian menggiring tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) menuju rutan usai dihadirkan dalam jumpa pers di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Kepolisian menggiring tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) menuju rutan usai dihadirkan dalam jumpa pers di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Heru Pranoto, mengatakan terjadi tujuh kasus kekerasan seksual di  Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS). Perbuatan cabul itu dilakukan oleh lima tersangka yakni Awan (20), Agun (25), Afriska (24), Za (28), dan Sy (20) yang seluruhnya adalah petugas kebersihan di sekolah tersebut. (Baca : LPSK: JIS Memisahkan Siswa dengan Masyarakat  ).

    Menurut Heru, para tersangka diduga melakukan perbuatan cabul dan kekerasan seksual di dua toilet, yakni Anggrek dan Gymnastik. Berdasarkan pemeriksaan para tersangka, peristiwa itu terjadi selama Februari dan Maret 2014. "Ada satu hari dua kejadian dengan korban berbeda. Tapi, pelaku tidak mengenal korbannya," kata Heru dalam konferensi pers di kantornya, Sabtu, 26 April 2014.  (Baca : Dua Harapan Ibu Korban Pelecehan di TK JIS  ).

    Heru mengatakan ada satu korban lain yang belum diketahui. Selain itu ada satu tersangka yang masih dalam pengejaran dan kini berstatus buron. Berikut tujuh kasus kekerasan seksual yang terjadi di TK JIS. (Baca : Ki Kusumo: JIS Layak Ditutup).

    1. Pada 2 Februari 2014, Za, Aw, dan Sy melakukan kekerasan seksual di toilet anggrek. Ketiga tersangka saling bergantian mencabuli korban.

    2. Pada 3 Februari 2014, Aw, Za, Sy, dan Ag mengulangi aksinya di toilet Anggrek. Tersangka Za  menyodomi korban dan Aw memegangi korban. Seluruh tersangka kemudian berganti peran, ada yang memegang korban, menjaga pintu, dan melakukan tindak kekerasan seksual.

    3. Pada pertengahan Februari 2014 terjadi pencabulan oleh Aw, Af, dan Ag. Af membuka celana korban dan membuka celananya sendiri, kemudian Aw melakukan tindak kekerasan seksual. Tindakan ini dilakukan secara bergantian. Af juga memasukan jarinya ke anus korban dengan menggunakan sarung tangan warna putih.

    4. Pada 14 Maret 2014 Za, Af, dan satu orang yang buron saling bergantian melakukan kekerasan seksual. Ada yang menjaga pintu serta membantu memegangi korban.

    5. Pada 17 Maret 2014, Af dan pelaku yang buron kembali melakukan kekerasan seksual.

    6. Pada 20 Maret 2014, ada dua kejadian dengan korban yang belum diketahui identitasnya. Kejadian di toilet Gymnastik yang berjarak 100 meter dari toilet Anggrek. Pelakunya, Aw, Sy, dan satu yang masih buron.

    AFRILIA SURYANIS

    Berita Terpopuler
    Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini Amat Berat  
    Prabowo-Hatta Dideklarasikan di Grahadi Surabaya
    Ahok Sewot, Ini Jawaban Kepala Dinas Pajak
    Aceng Fikri ke Senayan, Menteri Linda Tercengang  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.