KPAI: Ini Bukan Soal JIS, tapi Para Pedofil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Para pelaku yang berkomplot dalam melakukan aksi bejat ini, motifnya sebatas untuk kepuasan seksual. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Sejumlah petugas keamanan memeriksa kendaraan di sekolah Jakarta International School (JIS), Jakarta, Selasa (15/4). Para pelaku yang berkomplot dalam melakukan aksi bejat ini, motifnya sebatas untuk kepuasan seksual. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia tidak punya niat menjelekkan Jakarta Internasional School. Pernyataan tegas KPAI itu semata karena ada kasus kriminal di sekolah tersebut.

    "Tidak ada tendensi apa pun dari KPAI untuk menjelek-jelekkan JIS. Ini bukan soal JIS, tapi soal para pelaku pedofil ada di JIS," kata komisioner KPAI Erlinda dalam jumpa pers pada Senin, 28 April 2014, di kantor KPAI. Jumpa pers ini dilakukan setelah puluhan orang tua siswa JIS melakukan pertemuan tertutup dengan KPAI.

    Dalam pertemuan itu sekitar 60 orang tua siswa meminta KPAI untuk lebih sensitif terhadap pernyataan yang disampaikan ke media terkait kasus pelecehan di JIS. Juru bicara orang tua siswa, Lestari, mengatakan mendukung langkah KPAI untuk melakukan advokasi untuk melindungi anak-anak Indonesia. Namun, kata dia, KPAI harus menyadari kasus pelecehan di JIS sangat traumatis untuk anak dan keluarga. "Karena itum kami mohon agar KPAI menjaga rahasia anak-anak tersebut," kata Lestari.

    Menanggapi hal itu, Erlinda mengatakan pihaknya justru memberikan perlindungan pada korban. KPAI, kata dia, memberikan darurat keamanan, darurat perlindungan, memberikan pendampingan psikologi, pendampingan psikiater, dan memberikan rasa aman ke korban.

    Pernyataan-pernyataan KPAI soal JIS selama ini, kata dia, karena jelas-jelas ada korban pelecehan yang dialami siswa. Selain untuk mengungkap kasus tersebut, upaya KPAI dimaksudkan untuk melindungi korban. "Seperti dikatakan Kak Seto, apabila telat menangani korban, pada akhirnya mereka akan jadi pedofil juga," kata Erlinda.

    Dia mengatakan dari awal pihaknya telah meminta JIS untuk kooperatif mengungkap kasus ini. Apalagi sebelum terkuaknya kasus pelecehan seksual pertama, ada beberapa korban yang sudah mengadukan ke JIS. "Namun, amat disayangkan pihak JIS tidak merespons," kata dia.

    AMIRULLAH

    Berita lain:
    Ayah-Ibu Korban JIS Silang Pendapat
    Cawapres Jokowi Muncul di Twitter
    Dua Pria Tersangka JIS Pernah Berhubungan Seks
    Dituduh Teroris, Diplomat RI Diciduk Polisi Ceko
    PDIP: Masalah SBY dan Megawati Urusan Pribadi
    Tersangka Pelecehan JIS Ditangkap di Masjid
    Keluarga Curiga Tersangka Pelecehan JIS, Azwar, Dianiaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.