Kronologi Penangkapan Afriska, Tersangka Kasus JIS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto (kiri) bersama Dirkrimum Polda Metro Jaya, kombes Heru Pranoto (kanan) menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers rilis tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto (kiri) bersama Dirkrimum Polda Metro Jaya, kombes Heru Pranoto (kanan) menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers rilis tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Depok - Suasana dramatis terjadi saat penangkapan Afriska, tersangka perempuan dalam kasus pelecehan seksual siswa Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) di rumah kontrakannya, Jalan Sengon Nomor 16, RT 1 RW 3, Cinere, Depok, pada Jumat, 25 April 2014. Enam polisi berpakaian bebas mendatangi kontrakan itu. Dua di antaranya polisi wanita. (baca: Runtutan Waktu dan Tersangka Pelecehan Seksual di JIS)

    "Jumat sore, tiba-tiba polisi datang nyariin Afriska, tapi kebetulan orangnya enggak ada," kata pemilik kontrakan, Imas, 27 tahun, saat ditemui Tempo di rumahnya yang bersebelahan dengan kontrakan Afriska, Senin, 28 April 2014. Polisi mendatangi kontrakan Afriska sekitar pukul 16.00 WIB.

    Menurut Imas, Afriska tidak pulang ke kontrakannya sejak Senin, 21 April 2014. Dia mengaku menginap di rumah tantenya di Pondok Cabe. Begitu juga dengan adiknya, Kiki, 23 tahun. Mengetahui Afriska tidak ada di kontrakan, polisi berpakaian preman itu pun menemui Imas. Kepada Imas, mereka bilang akan meminta keterangan kepada Afriska. "Memang seminggu sebelum polisi ke sini, ia enggak di kontrakan. Lampu depan kontrakan mati," ujarnya.

    Kejadian itu membuat semua tetangga kaget. Mereka berkerumunan di depan rumah Afriska. "Gimana enggak kaget, ada polisi yang datang, ramai sekali," kata Chan, salah seorang tetangga. (baca: Adik Tersangka JIS Diusir dari Rumah Kontrakan)

    Menurut lelaki itu, polisi kemudian menelepon Afriska beberapa kali. Namun tidak pernah diangkat. "Akhirnya, polisi meminta pemilik kontrakan menelepon, baru diangkat," kata Chan. Pemilik kontrakan kemudian meminta Afriska datang. Masyarakat sekitar yang penasaran pun langsung berbondong-bondong ke kontrakan Afriska, sehingga menyebabkan kepadatan di Jalan Sengon. (baca: Zaenal Diduga Inisiator Kekerasan Seksual di JIS)

    Sekitar pukul 18.30 WIB, Afriska pulang dengan menggunakan sepeda motor. Polisi yang sudah menunggu di sekitar kontrakan langsung menghampirinya dan berbicara di dalam kontrakan. Tidak kurang dari 15 menit, Afriska keluar dengan menenteng barangnya. "Dia tidak diborgol," katanya. Saat keluar, muka wanita itu juga datar-datar saja. Dia tidak terlihat sedih dan menangis. Masyarakat sekitar hanya terdiam ketika Afriska masuk ke dalam mobil polisi yang membawanya ke Polda Metro Jaya. Itu adalah kali terakhir mereka melihat Afriska.

    Afriska, Syahrial, Zaenal, Agun Iskandar, dan Virziawan Amin sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual di TK JIS. Seorang tersangka, Azwar, bunuh diri setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. (baca: Keluarga Curiga Tersangka Pelecehan JIS, Azwar Dianiaya)

    Kelima tersangka kini menjadi tahanan Subdit Remaja Anak dan Wanita Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Mereka dikenai Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (baca: Wawancara Khusus JIS Soal Guru dan Buron Pedofil dan Wawancara Khusus Kepala JIS: Kasus Ini Amat Berat)

    ILHAM TIRTA

    Berita Lainnya:
    Hatta Rajasa: Stok Pangan Cukup
    Begini Jurus Jokowi 'Kelabui' Wartawan
    Mesin Terbakar, Pesawat Mendarat Darurat di Perth


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sidang MK, Tudingan Kubu Prabowo - Sandiaga soal Pilpres 2019

    Pada 16 Juni 2019, Tim kuasa hukum Prabowo - Sandiaga menyatakan mempersiapkan dokumen dan alat bukti soal sengketa Pilpres 2019 ke Sidang MK.