Senin, 22 Oktober 2018

Polisi Belum Periksa Darah Guru JIS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto (kiri) bersama Dirkrimum Polda Metro Jaya, kombes Heru Pranoto (kanan) menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers rilis tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto (kiri) bersama Dirkrimum Polda Metro Jaya, kombes Heru Pranoto (kanan) menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers rilis tersangka pelaku kekerasan seksual terhadap siswa taman kanak-kanak Jakarta International School (JIS) di Gedung Direktorat Kriminal Umum, Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (26/4). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto mengatakan penyidik belum menentukan waktu pemeriksaan darah para guru Jakarta International School (JIS). Menurut dia, pemeriksaan tersebut bergantung pada pengembangan keterangan para saksi dan tersangka.

    "Nanti, dilihat dari kepentingan penyidikan," kata Rikwanto melalui pesan singkat, Rabu, 30 April 2014.

    Sebelumnya, pemeriksaan darah telah dilakukan kepada 28 pegawai ISS sebagai perusahaan alih daya yang dipekerjakan oleh JIS. Pemeriksaan itu bertujuan mencari adanya kemungkinan pelaku lain, selain enam tersangka kasus pelecehan seksual yang terjadi di taman kanak-kanak sekolah itu. (Baca: Polisi Temukan Lokasi Pelecehan Lain di JIS)

    Rikwanto mengatakan semua perkembangan keterangan yang didapat akan dikonfirmasikan kepada JIS melalui pemanggilan pemeriksaan. Dari sana, penyidik akan memutuskan apakah pemeriksaan darah terhadap guru di JIS diperlukan. "Pemeriksaannya dilakukan setelah konfirmasi dari pihak JIS didapat," kata dia.

    JIS sendiri sudah menyatakan bersedia menjalani semua prosedur pemeriksaan yang diminta polisi termasuk tes darah bagi para guru. Tes darah ini mulanya diungkapkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sekretaris Jenderal KPAI Erlinda mengatakan tes darah itu sangat penting dilakukan untuk membongkar kasus pelecehan seksual yang terjadi di JIS.

    "Sebab, ada indikasi pelakunya bukan cuma berasal dari petugas kebersihan, tapi juga dari unsur lain, yaitu guru," kata Erlinda pada Senin lalu. Dia juga mengatakan ada indikasi jumlah korban pelecehan lebih dari dua orang.

    LINDA HAIRANI

    Berita Terpopuler
    Kronologi Penangkapan Afriska, Tersangka Kasus JIS
    Hubungan Tak Direstui, Keluarga Pacar Dibantai 
    Kode Tersangka JIS: Ada Anak, Mau Dikerjain Nggak?
    Usai Makan Bersama, Jagal Tangerang Beraksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.