Jokowi Nyapres, Ahok: Kacau-Balau Jakarta Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) berbincang sebelum melakukan blusukan di Balai Kota, Jakarta (27/2). Jokowi mengajak Ahok ikut blusukan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta untuk pengecekan, kontrol dan pengawasan langsung terhadap jalannya pembangunan ibu kota. ANTARA/Zabur Karuru

    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan) berbincang sebelum melakukan blusukan di Balai Kota, Jakarta (27/2). Jokowi mengajak Ahok ikut blusukan di sejumlah wilayah di DKI Jakarta untuk pengecekan, kontrol dan pengawasan langsung terhadap jalannya pembangunan ibu kota. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku resah setelah Gubernur Joko Widodo alias Jokowi menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Alasannya, Ahok bakal mengurus Ibu Kota sendiri jika Jokowi mengambil cuti panjang. (Baca: Ahok: Ujian Nasional, Ujian Gengsi buat Guru)

    "Saya agak galau ini jika posisinya seperti ini," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat, 2 Mei 2014. "Saya tidak tahu siapa yang akan menjadi presiden bagaimana situasinya." (Baca: Ahok Siap Adu Kejantanan dengan Perokok)

    Ahok juga mengeluh, dia tak bisa mengurus Jakarta sendirian. Sebab, Ibu Kota sudah dijejali masalah yang pelik. "Kacau-balau Jakarta ini," selorohnya. (Baca: Pesan Ahok buat Buruh yang Rayakan May Day)

    Ia juga mengakui tak banyak turun ke lapangan seperti Jokowi. Namun setiap hari ia banyak menerima pesan menyangkut permasalahan Ibu Kota. Kondisi Jakarta, kata Ahok, diperburuk oleh perilaku pegawai negeri sipil yang nyambi jadi oknum. "Banyak oknum calo di pejabat eselon III dan IV dalam bidang pelayanan publik," katanya. (Baca: Ahok: Kita Beragama tapi Tak Bertuhan)

    Kendati begitu, ia optimistis bisa memperbaiki Jakarta asal secara bersama-sama. "Nah, kita harap kita bisa perbaiki bersama biar kita sama-sama belajar. Ini situasi tidak gampang. Apalagi posisi saya agak kejepit nih sekarang," seloroh Ahok lagi disertai gelak tawa tim penasihatnya.

    ERWAN HERNAWAN

    Topik terhangat:
    Hadi Poernomo | Pelecehan Siswa JIS | Kisruh PPP | Jokowi | Prabowo

    Berita terpopuler lainnya:
    Buruh Perusahaan Prabowo Tagih Tunggakan 4 Bulan Gaji
    Dosa Hary Tanoesoedibjo pada Hanura
    Pesan Berantai Olga Syahputra Meninggal, Hoax


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.