Artis JR Terjerat Kasus Narkoba  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Polisi Sumirat Dwiyanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Polisi Sumirat Dwiyanto. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta -  Operasi pencegahan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Ahad dinihari, 11 Mei 2014, berhasil menjaring 13 orang yang kedapatan positif menggunakan narkoba. Salah satu tersangka adalah seorang artis berinisial JR, 32 tahun.  

    "Untuk penyidikan lebih lanjut, kami belum bisa membeberkan identitas tersangka" kata juru bicara BNN Komisaris Besar Sumirat Dwiyanto ketika ditemui Tempo di ruang kerjanya, Selasa, 13 Mei 2014. Untuk sementara, kata dia, identitas JR belum bisa dibocorkan kepada publik. "Kami menunggu waktu yang tepat untuk mengejar pengedar yang terlibat di kasus ini," ujar Sumirat. 

    Saat dirazia, JR yang sering tampil di layar kaca ini kedapatan menggunakan narkoba berjenis sabu. Tersangka, kata Sumirat, bersikap kooperatif dengan BNN dan mengakui telah menyalahgunakan  narkoba. 

    Selain JR, dari hasil razia terhadap dua tempat hiburan malam tersebut, terdapat  12 orang lain yang menjadi tersangka penyalahgunaan narkoba. Ke-13 tersangka tidak bisa berkilah setelah hasil tes urine menyatakan mereka positif menggunakan narkoba. Di antara para tersangka terdapat enam orang yang berusia 15-18 tahun. "Para tersangka sedang dalam penyidikan lebih lanjut," tutur  Sumirat. 

    ANDI RUSLI

    Baca juga:
    BNN Buru Pemasok Narkoba ke Kalangan Artis
    BNN: Heroin Roger Danuarta Langka di Indonesia
    Narkoba Roger Danuarta, BNN Kejar Bandar Besar


    Terpopuler
    Nabrak di Bundaran HI, Pengemudi BMW Tantang Polisi
    Tepis Fitnah Sara, Kiai NU Kampanye untuk Jokowi
    Jadwal Pemadaman Listrik Jakarta Hari Ini


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.