Kesalahan Teknis, Siswa SMA Tangerang Tak Lulus UN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana ujian nasional di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten, (5/5 ). Sebanyak 17 anak mengikuti ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu

    Suasana ujian nasional di Lembaga Pemasyarakatan Tangerang, Banten, (5/5 ). Sebanyak 17 anak mengikuti ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia. TEMPO/Marifka Wahyu

    TEMPO.CO, Tangerang - Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang masih menelusuri penyebab tidak munculnya nama belasan peserta ujian nasional tingkat sekolah menengah atas dalam daftar siswa yang lulus.

    "Hari ini kami akan laporkan masalah ini ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan Kementerian Pendidikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Zainudin, Rabu, 21 Mei 2014.

    Dugaan sementara, kata Zainudin, penyebabnya adalah kesalahan teknis. "Nilainya tidak muncul, salah pengetikan," katanya. Zainudin menyebutkan pengumuman kelulusan para siswa itu tertunda. "Jadi, belum bisa dipastikan mereka lulus atau tidak," katanya.

    Belasan siswa tersebut merupakan peserta ujian nasional tingkat SMA di Kabupaten Tangerang tahun ini yang diikuti oleh 11.788 siswa dari 29 SMA negeri dan 96 swasta. Adapun peserta dari sekolah menengah kejuruan berjumlah 14.475 dari 8 SMK negeri dan 120 swasta. "Sebanyak 97,99 persen telah dinyatakan lulus."

    Menurut Zainudin, penentuan kelulusan siswa dipengaruhi faktor teknis dan nonteknis. "Tapi sementara faktornya karena kesalahan teknis semua. Yakni, nilai UN siswa tidak terdeteksi atau tidak keluar dan nilai rapor dari sekolah salah cetak," ujarnya.

    Meski tingkat kelulusan SMK dan SMU tidak mencapai 100 persen, Zainudin mengklaim tingkat kelulusan tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. "Ada peningkatan, dan lebih baik tentunya," katanya.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.