Ditinggal Jokowi, Ahok: Tanganku Pegal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menaiki taksi menuju Balai Kota dari kediamannya di Pluit, Jakarta pada hari One Day No Car (4/4). TEMPO/Reza Aditya

    Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menaiki taksi menuju Balai Kota dari kediamannya di Pluit, Jakarta pada hari One Day No Car (4/4). TEMPO/Reza Aditya

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama mulai merasakan beban berat menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Dia kewalahan harus menandatangani surat yang lebih banyak daripada sebelumnya.

    "Tanganku pegal karena banyak sekali surat yang harus disposisi," katanya di Balai Kota, Rabu, 11 Juni 2014. Ditambah lagi, surat-surat disposisi tersebut harus dibaca dan dijawab satu per satu. "Ini yang lama."

    Meski pegal, Ahok tetap berusaha menyelesaikan disposisi surat-surat tersebut secepatnya. "Ya, tambahan ini yang banyak, dan saya enggak mau terlalu lelet. Prinsipnya, meja itu harus bersih setiap hari karena besok datang lagi," ujarnya. (Baca: 3 Hal Tak Bisa Dilakukan Ahok sebagai Plt Gubernur)

    Untuk mengakalinya, Ahok hanya mengubah jadwalnya. Sejak menjadi Plt Gubernur DKI, dia mengurangi jam terima tamu. "Pertemuan dengan orang sekarang saya persingkat. Kalau dulu kan terlalu padat," ujarnya. Dia pun memastikan sejauh ini tak ada kebijakan yang tergangg.

    Sejak akhir Mei 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meninggalkan Balai Kota karena cuti untuk mengikuti pemilihan presiden. Untuk sementara, Ahok menjadi Plt Gubernur DKI. (Baca: Ahok Mulai Blusukan ala Jokowi)

    NINIS CHAIRUNNISA

    Terpopuler:
    Pemecatan Prabowo Tak Hanya Soal Penculikan 
    Tragis, Pesepak Bola Asal Rusia Jualan Jus di Solo 
    Anak Tukang Becak ini Lulus dengan IPK 3,96
    Anak Tukang Becak Ini Terima Beasiswa ke Inggris


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.