Ahok: Masyarakat Jakarta Tak Mau Dipimpin Kafir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta  (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan anjloknya elektabilitas Joko Widodo di Jakarta murni disebabkan isu Suku Agama Ras dan Antar golongan (SARA). Menurut dia, orang Jakarta tak mau dipimpin oleh dirinya.

    "Orang tidak mau pilih Jokowi (sapaan Joko Widodo) karena tidak rela Ahok (panggilan Basuki) yang kafir jadi Gubernur DKI," kata dia di Balai Kota, Selasa, 17 Juni 2014.

    Ia pun mencibir pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jakarta Boy Sadikin. Boy, kata Ahok, termasuk orang yang tak menginginkan Jokowi berpasangan dengan dirinya

    Boy, Ahok melanjutkan, menginginkan Dedy Mizwar--kini Wakil Gubernur Jawa Barat--yang berpasangan dengan Jokowi. "Tapi sudah terlambat, Bos. Ahok sudah terpilih jadi wakil gubernur. Jokowi belum jadi saja, saya sudah jadi pelaksana tugas gubernur. Terima itu, lu mesti terima," ujar Ahok tersenyum.

    Seperti diberitakan sebelumnya, elektabilitas Jokowi diperkirakan turun di Jakarta. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDIP Jakarta Boy Sadikin, penurunan ini disebabkan oleh aturan bahwa Ahok bakal jadi gubernur jika Jokowi terpilih menjadi presiden. Hampir seluruh masyarakat Jakarta emoh Ahok jadi gubernur.

    ERWAN HERMAWAN

    Berita lainnya:
    Menerobos Jalur Transjakarta Akan Kena Tilang Biru

    Ahok Akan Gelar Lelang Jabatan Jilid Dua

    Ahok Bakal Pecat Lurah yang Sewakan Lahan untuk Parkir


     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.