Ahok Sebut Ultah Jakarta Kali Ini Terasa Pahit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)  (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta  (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (kanan) pada peluncuran bus gandeng Scania Euro 6 berbahan bakar gas di Silang Monas Jakarta (08/05). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan hari ulang tahun Jakarta ke-487 yang jatuh pada hari ini merupakan pil pahit bagi warganya. Alasannya, pada usianya yang sekarang ini, Jakarta masih punya banyak masalah perkotaan yang belum terselesaikan sehingga menghasilkan sederet prestasi suram.

    "Ini hari ulang tahun yang pahit," kata Basuki di Lapangan Silang Monas saat memberikan sambutan pada upacara peringatan ulang tahun Jakarta ke-487, Ahad, 22 Juni 2014. (Baca: Harap Jokowi Gemuk, Ahok Kirim Kue di Ulang Tahun)

    Ahok menjelaskan, serangkaian prestasi buruk yang diperoleh Ibu Kota dimulai dengan kegagalan meraih Piala Adipura. Ia memaklumi kegagalan tersebut lantaran masalah sampah belum ditangani dengan baik sejak lama.

    Karena itu, Ahok justru heran Jakarta pernah meraih Adipura beberapa waktu lalu. "Mungkin yang dinilai hanya Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin," ujarnya.

    Hal lain, kata Ahok, yakni kontingen DKI hanya mampu meraih peringkat keenam dalam acara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2014 di Batam pada awal Juni lalu. Padahal pada tahun sebelumnya Jakarta merupakan juara umum kompetisi yang sama di Bangka Belitung. (Baca: Mulai Besok, Naik Bus Transjakarta Gratis)

    Terakhir, Ahok kecewa setelah menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang memberi opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah DKI Jakarta tahun anggaran 2013. Temuan BPK atas APBD DKI Jakarta 2013 menunjukkan ada 86 proyek yang ganjil sehingga berpotensi merugikan daerah dengan nilai total Rp 1,54 triliun.

    Meski begitu, Ahok berharap pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak terpengaruh oleh kinerja pegawai lain yang tak beres. Ia yakin masih banyak pegawai pemerintah yang masih dapat membenahi kinerjan mereka untuk mewujudkan Jakarta Baru. "Saya optimistis mereka bisa mengubah Jakarta menjadi Jakarta Baru," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI

    Berita terpopuler:
    Usai Diberedel, Keluarga Prabowo Ingin Beli Tempo 
    Goenawan Mohamad: Kita Takut Orde Baru Lahir Lagi
    Temuan BPK, Ahok Ingin Inspektorat Dicopot 
    Jokowi Siapkan Pertanyaan Khusus untuk Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.