Para Ibu Demo Minta Turun Harga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar seratus orang ibu yang tergabung dalam Suara Hati Ibu melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menolak kenaikan harga listrik, telepon dan bahan bakar minyak (BBM). Tidak seperti umumnya demonstran yang datang bergerombol, ibu-ibu tersebut datang sendiri-sendiri. Sebagian dari mereka datang dari Bekasi, Klender, dan Pondok Labu, Jakarta Selatan. Beberapa titik menjadi tempat mereka berkumpul sebelum mendatangi Bundaran HI seperti Hotel Indonesia dan Plaza Indonesia. Mereka tampak berkumpul di Bundaran HI sejak pukul 11.00, Kamis (9/1) Salah seorang koordinator lapangan, Ade Rosina Sitompul yang berusia setengah baya menjelaskan semula mereka tidak berencana melakukan aksi ini. Semalam, kami diskusi dengan kempok ibu-ibu, tiba-tiba mereka ingin melakukan aksi hari ini, kata dia. Meski penanggung jawab dibawah suara Ibu Peduli tetapi aksi ini benar-benar mewakili ibu rumah tangga. Selain dari Ibu Peduli, organisasi non pemerintah ikut turut bergabung yaitu dari LBH Apik Jakarta, Soladiritas Perempuan, YLKI, Rahima, dan Koalisi Perempuan Indonesia. Dalam aksi ini ibu-ibu memakai kaleng susu bekas untuk membuat bunyi-bunyian. Ade menjelaskan aksi ini tidak turut ke Istana seperti yang dilakukan buruh dan mahasiswa. Kami tidak mau ibu-ibu harus melihat anak-anak mereka dipukuli, karena yang di Istana kemungkinan bentrok, ujarnya. Menurutnya aksi ini akan dilakukan dua hari sekali, mulai dari sekarang. Sampai pemerintah membatalkan kenaikan harga, kata Ade. Meski begitu, mereka akan meninjau setelah melakukan aksi enam kali. Bila hingga enam kali aksi pemerintah tidak membatalakan harga, para ibu-ibu akan berusaha sendiri mengatasi kenaikan harga. Misalnya, kami akan serukan pada suatu hari yang sama, waktu yang sama, semua orang menggantung telepon, hingga tidak ada pulsa yang bergerak dari Telkom, kami ingin lihat dampaknya bagi Telkom," katanya. Dari spanduk yang berisi tuntutan diantaranya berisi batalkan kenaikan harga, Aksi tidak keluar karena ibu lapar, Masyarakat menolak realisasi Release and Discharge. (Istiqomatul Hayati-Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Misteri Paparan Radiasi Cesium 137 di Serpong

    Bapeten melakukan investigasi untuk mengetahui asal muasal Cesium 137 yang ditemukan di Serpong. Ini berbagai fakta soal bahan dengan radioaktif itu.