Ada Siswa SMA 3 yang Lebih Parah dari Arfiand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Jakarta di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Jakarta di kawasan Setiabudi, Kuningan, Jakarta Selatan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa SMAN 3 Setiabudi, Jakarta Selatan, diduga tidak hanya terjadi pada Arfiand Caesary Alirhami, siswa kelas X IPA A. Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda mengatakan saat ini masih ada tiga orang siswa yang sedang dirawat di rumah sakit sepulang dari kegiatan pencinta alam Sabhawana di Tangkuban Perahu, Bandung. (baca: Ikut Pencinta Alam, Siswa SMAN 3 Setiabudi Tewas)

    Ketiganya, kata dia, dirawat di Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Tria Dipa, dan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. "Bahkan, anak yang di Rumah Sakit Hasan Sadikin sekarang masih di ruang ICU. Dia lebam-lebam juga. Kondisinya lebih parah dari Arfiand," kata Erlinda kepada Tempo, Kamis, 26 Juni 2014.

    Menurut Erlinda, Fandian, kelas X IPA A, yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung itu disinyalir terkena gigitan ular pada bagian tangannya. Sedangkan Aji, murid yang dirawat di Rumah Sakit Jakarta, mengalami luka pada punggung dan kaki. Namun, ia sudah pulang ke rumahnya pada Selasa, 24 Juni 2014. Aji belum bisa dimintai keterangan.

    Murid lainnya yang sedang dirawat adalah Sena. Ia mengalami abses dan dirawat di Rumah Sakit Tria Dipa. Mereka merupakan teman sekelas Arfiand yang dirawat di rumah sakit setelah mengikuti kegiatan pencinta alam.

    Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Indra Fadilah Siregar mengatakan akan memeriksa murid SMAN 3 Setiabudi lainnya yang sedang dirawat di rumah sakit.

    "Kami sudah bicara ke orang tuanya. Tapi mereka sementara menolak anaknya dimintai keterangan karena masih sakit," kata Indra kepada Tempo, Rabu, 25 Juni 2014.

    Itu sebabnya, kata dia, untuk sementara, kondisi kesehatan mereka belum bisa diketahui. Polisi membutuhkan keterangan ketiganya untuk memastikan apakah mereka korban dugaan penganiayaan atau bukan.

    Pada Rabu, 25 Juni 2014, Endang Mulyani, tante dari Arfiand bersama Erlinda mendatangi kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Endang secara resmi melapor ke KPAI untuk meminta pendampingan proses hukum atas pelaku dugaan penganiayaan terhadap keponakannya.

    "Kami ke Dinas Pendidikan untuk menanyakan tindak lanjut dan tanggung jawab sekolah serta tindakan Dinas Pendidikan terhadap sekolah," kata Endang, Kamis, 26 Juni 2014.

    APRILIANI GITA FITRIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.