Bantahan Kampanye Hitam Jokowi Beredar di Rusun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja melakukan perbaikan fasilitas rusunawa Pinus Elok, Penggilingan, Jakarta (9/9) .  Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta menambah jumlah pekerja untuk mempercepat persiapan rusun dalam satu bulan, seperti ditargetkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. TEMPO/Subekti.

    Sejumlah pekerja melakukan perbaikan fasilitas rusunawa Pinus Elok, Penggilingan, Jakarta (9/9) . Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta menambah jumlah pekerja untuk mempercepat persiapan rusun dalam satu bulan, seperti ditargetkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebaran berisi bantahan kampanye hitam yang menyerang calon presiden Joko Widodo beredar di Rumah Susun (Rusun) Pinus Elok, Penggilingan, Jakarta Timur. Brosur yang menjelaskan Jokowi dan keislamannya itu berjudul "Mengapa Kita Memilih Jokowi-Jusuf Kalla", "Visi Pendidikan yang Visioner", serta "Indonesia Menuju Ketahanan Pangan". "Enggak tahu siapa yang ngasih," kata Dewi, 31 tahun, warga rusun tersebut, Selasa, 1 Juli 2014. (Baca: Kampanye Gelap Lagi, Majalah 'CSIS' Serang Jokowi)

    Pantauan Tempo, pada bagian luar Rusun Pinus Elok, Penggilingan, Jakarta Timur, terdapat beberapa spanduk kampanye pemilihan presiden 2014. Dua hingga tiga spanduk Joko Widodo-Jusuf Kalla terpampang di depan pintu gerbang rusun ini. Tapi spanduk Prabowo-Hatta juga tak ketinggalan menghiasi bagian luar rumah susun berlantai lima tersebut.

    Saat Tempo memasuki bagian dalam rumah susun Pinus Elok, nyaris tidak terlihat atribut kampanye. Hanya ada satu spanduk bertuliskan "Presidenku Joko Widodo" yang berada di lantai tiga. selebihnya kosong. Pada dinding rusun itu, tertempel selebaran-selebaran kertas yang menyerukan pemilih untuk ikut serta dalam pemilu. (Baca: Ramadan, Jokowi Bakal Dihantam Kampanye Hitam)

    Beberapa warga mengaku sebagai pendukung Jokowi. Suwati, 62 tahun, misalnya. "Bagi dong spanduknya, saya mana punya. Nanti dipasang," kata Suwati kepada Tempo, Selasa, 1 Juli 2014. Namun, tak semua terbuka dengan pilihannya. "Semua di sini sudah punya pilihan masing-masing, rahasia pribadi," kata Dewi, 31 tahun, warga rusun. (Baca: Setelah Obor Rakyat, Muncul Tabloid Martabat)

    Hingga saat ini, warga Rusun Pinus Elok mengaku tidak menerima selebaran atau surat meminta dukungan kepada calon presiden tertentu. "Enggak ada juga capres yang datang ke sini," kata Michael Rulima, 30 tahun, warga. (Baca: Beda Kampanye Negatif dengan Kampanye Hitam)

    UMAIR SHIDDIQ YAHSY

    Berita Lainnya:
    Polisi Galau Tentukan Pelanggaran Obor Rakyat
    Ormas Islam Klaim Prabowo Panglima Perang
    Bright Eyes, Kisah Anak Indonesia di Sekolah AS
    Kerabat Lucky Hakim Dukung Jokowi karena Medok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.