Lurah Susan 'Mengurung Diri' Sampai 9 Juli  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat berbincang dengan media yang ditemui di ruangannya, Jakarta  (26/8). Ahok menegaskan tidak akan mengganti Lurah ini hanya karena permintaan subjektif warga. Tempo/Aditia Noviansyah

    Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat berbincang dengan media yang ditemui di ruangannya, Jakarta (26/8). Ahok menegaskan tidak akan mengganti Lurah ini hanya karena permintaan subjektif warga. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas blusukan Lurah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Susan Jasmine Zulkifli, sedikit berkurang di awal bulan Ramadan. Dia lebih banyak ngendon di kantor dan fokus berkoordinasi dengan anak buahnya untuk persiapan pencoblosan pemilu presiden pada 9 Juli nanti. "Saya enggak kemana-mana dulu sebelum pilpres 9 Juli beres," kata Susan, saat bertemu Tempo, Jumat, 4 Juli 2014. (Baca: Grogi Ditanya Lurah Susan, Bapak Ini Salah Jawab)

    Dalam seminggu ini, Susan mengaku undangan buka puasa bersama yang datang kepadanya memang sedikit. Sebab, jauh-jauh hari dia sudah menyampaikan kepada masyarakat jika kegiatan bulan Ramadan baru akan dilakukan setelah pencoblosan 9 Juli. (Baca: Begini Cara Lurah Susan Pastikan Warganya Nyoblos)

    Pengumuman itu disampaikan Susan saat mengadakan acara penutupan pengajian rutin yang biasa digelar di kantor kelurahan setiap satu bulan sekali. "Saya sudah bilang ke ibu-ibu saat penutupan pengajian di kantor kelurahan pada 18 Juni lalu bahwa kelurahan tidak akan mengadakan kegiatan sebelum pilpres selesai. Jadi, mereka sudah tahu," ujar perempuan berusia 44 tahun itu. (Baca: Tanpa Lelang Jabatan, Lurah Susan Sulit Jadi Lurah)

    Keputusan Susan itu bukan tanpa alasan. Ia sengaja menghindari jangan sampai kegiatan di bulan Ramadan yang diadakan kelurahannya dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politis. Apalagi, pesta demokrasi jelang pilpres bakal berlangsung beberapa hari lagi. "Saya menjaga saja, takutnya nanti dipolitisasi," kata dia.

    Selain alasan itu, Susan juga patuh pada surat edaran dari Wali Kota Jakarta Selatan. "Kami diimbau sebelum pilpres jangan mengumpulkan massa. Sebagai lurah, kan, gampang bagi saya untuk mengumpulkan massa. Tapi, janganlah. PNS itu harus netral, loh," kata dia.

    Susan memperkirakan kesibukan pilpres dan penghitungan suara bakal berlangsung selama tiga hari di kantornya. Setelah semuanya rampung, ia menjanjikan kelurahannya akan ramai dengan sejumlah kegiatan di bulan Ramadan. "Kami adakan acara bakti sosial dan takbir keliling," ujarnya yakin.

    MUNAWWAROH

    Topik terhangat:

    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler lainnya:
    Pengamat Nilai Sikap SBY Berlebihan
    Debat, Hatta Keliru Sebut Harga Baru Gas Tangguh
    Netizen Dukung Jokowi-Kalla di Semua Segmen Debat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.