Guru JIS Diduga Mencekoki Korban dengan Obat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • dailymail.co.uk

    dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya menetapkan dua guru Jakarta International School (JIS) sebagai tersangka, Kamis, 10 Juli 2014. Mereka adalah Neil, berkewarganegaraan Kanada, dan Ferdinand Tjiong, warga negara Indonesia. Keduanya disangka terlibat kasus kekerasan seksual terhadap tiga murid JIS.

    "Penetapan tersangka terhadap keduanya setelah penyidik melakukan gelar perkara," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Kamis malam, 10 Juli 2014. "Ada dugaan, mereka memberi obat kepada korban sebelum melakukan aksi pelecehan."

    Rikwanto menjelaskan penyidik mengetahui dugaan pemberian obat itu berdasarkan keterangan salah seorang korban. Namun penyidik belum mengetahui jenis obat dan cara para tersangka memberi obat tersebut kepada korban. "Hal itu masih kami cari tahu."

    Neil dan Ferdinand dijadwalkan diperiksa di Polda Metro Jaya pekan depan. Mereka sebelumnya dijadwalkan diperiksa pada Kamis kemarin, tapi tidak datang dengan alasan berada di luar kota. Meski mereka tidak datang, polisi menyatakan tidak khawatir kedua guru tersebut melarikan diri. "Kan ada pengacara," ujar Rikwanto.

    Dengan penetapan ini, jumlah total tersangka dalam kasus kekerasan seksual di JIS menjadi tujuh orang. Sebelumnya polisi menetapkan lima tersangka. Kelimanya adalah petugas kebersihan sekolah dari perusahaan alih daya yang dipekerjakan JIS.

    Adapun pihak JIS menyatakan terkejut dan kecewa atas keputusan polisi menetapkan dua guru JIS tersebut sebagai tersangka. "Kedua guru itu telah menunjukkan teladan yang baik dan profesional selama bekerja di JIS," kata Daniarti, juru bicara JIS, dalam keterangan tertulis melalui surat elektronik yang diterima Tempo, Kamis malam.

    Menurut dia, pihak sekolah akan mendampingi kedua guru tersebut selama proses hukum dalam kasus ini. "Kami yakin hasil akhir penyidikan polisi akan menunjukkan bahwa kedua guru tersebut tidak bersalah." (Baca: Kasus Pelecehan Seksual di JIS Segera Disidangkan)

    PRAGA UTAMA



    Berita Lainnya:
    Wali Kota Jakarta Utara Siap Dimutasi Ahok 
    Jokowi atau Prabowo Presiden? Ahok Disapa Gubernur 
    Beda Pilihan Capres, Teman Bisa Bertengkar
    Kasus Pelecehan Seksual di JIS Segera Disidangkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.