Angin Kencang Landa Jabodetabek hingga Jumat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jakarta berkabut saat hujan deras yang disertai angin kencang. TEMPO/Mahanizar

    Jakarta berkabut saat hujan deras yang disertai angin kencang. TEMPO/Mahanizar

    TEMPO.CO, Bogor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga, Bogor, memprediksi angin kencang yang terjadi di Jabodetabek sejak Minggu, 13 Juli 2014, akan berlangsung hingga tiga-empat hari mendatang. Angin kencang ini terjadi karena terdapat pusat tekanan rendah di Lautan Hindia barat atau di sebelah Sumatera Selatan.

    "Ditambah lagi saat ini kondisi cuaca di wilayah Australia suhu udaranya sangat dingin, sehingga embusan anginnya ke tekanan rendah di wilayah kita," kata Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Dedi Sucahyono, Senin, 14 Juli 2014.

    Angin kencang ini memiliki kecepatan hingga 11 knot atau setara dengan 20 kilometer/jam. Padahal, dalam kondisi normal, kecepatan angin rata-rata hanya 5 knot atau 10 km/jam.

    "Peningkatan kecepatan angin hingga dua kali lipat ini bukan hanya terjadi di wilayah Jabodetabek saja, melainkan juga terjadi di wilayah Jawa bagian barat dan Jawa Tengah," ujar Dedi. (Baca: Gelombang Tinggi, Penyeberangan ke Bali Ditutup)

    Kondisi angin kencang seperti ini biasa terjadi pada musim kemarau. Namun anomali cuaca di Jawa dan Australia menyebabkan hujan, meski telah memasuki musim kemarau. "Karena ada perubahan cuaca yang tidak menentu saja sehingga beberapa daerah, sepeti Bogor, Depok, Jakarta, dan Bekasi, kerap terjadi hujan lokal," tutur Dedi Sucahyono.

    Kendati tiupan angin kencang akan terjadi hingga beberapa hari ke depan, BMKG  memprediksi angin tersebut tidak sampai menimbulkan puting beliung. "Potensinya tidak ada. Hanya ada perbedahan tekanan rendah ke sedang di Australia, sehingga tiupan angin membawa hawa dingin dan kelembaban mencapai 40 persen," katamnya. (Baca: Badai Neoguri di Jepang Akibat El Nino)

    Meski tak menimbulkan puting beliung, tiupan angin yang cukup kencang ini menyebabkan beberapa tenda kios pasar murah bulan Ramadan di beberapa tempat di Kota Bogor rusak. Puluhan tenda kios di Jalan Semeru, Bogor Barat, dan tenda kios jajanan di Lapangan Sempur, Kota Bogor, ambruk akibat tiupan angin kencang.

    Kios milik Ani, 45 tahun, pedagang pakaian di pasar murah di Jalan Semeru juga ambruk tersapu angin. "Kios baju saya tidak kuat menahan angin kencang. Saya sudah minta pada panitia bazar untuk kembali memperbaiki kios ini lagi, sehingga saya bisa kembali berjualan."

    M. SIDIK PERMANA


    Terpopuler:
    Soal Dukung Jokowi, Demokrat Tidak Haus Kekuasaan
    Saksi Prabowo di Tamansari Juga Tolak Tanda Tangan
    Mubarok Beberkan 'Bom' Uang di Kongres Demokrat 
    Pendukung Prabowo Sepakat Tunggu Hasil KPU
    Penyiar TV Kondang di Cina Ditangkap Jelang Siaran

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.