Guru JIS Diduga Pakai Obat 'Magic Stone'  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengajar dan staf TK Jakarta International School (JIS) menangis saat mengantarkan kepergian dua guru JIS, Neil Bantleman dan Ferdinan Tjong untuk penuhi panggilan Polda Metro Jaya di JIS, Jakarta, 14 Juli 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Sejumlah pengajar dan staf TK Jakarta International School (JIS) menangis saat mengantarkan kepergian dua guru JIS, Neil Bantleman dan Ferdinan Tjong untuk penuhi panggilan Polda Metro Jaya di JIS, Jakarta, 14 Juli 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru Jakarta International School (JIS) yang menjadi tersangka pelaku kekerasan seksual, Neil Bentlemen dan Ferdinand Tjiong, diduga memberikan obat kepada korban sebelum melakukan sodomi. (Baca: Dua Guru JIS Ditahan)

    Namun polisi belum mengetahui jenis obat yang bisa korban tertidur setelah meminumnya itu. "Kami belum tahu spesifikasinya. Mereka mengistilahkan obat itu 'magic stone'," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto, Selasa, 15 Juli 2014. (Baca: Dua Guru JIS Berkeras Tak Bersalah)

    Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Indonesia Erlinda mengatakan, menurut keterangan yang dipaparkan para korban dan penyidik, tersangka memberikan obat yang dimasukkan ke dalam minuman sebelum melakukan kekerasan seksual. (Baca: Guru JIS Diduga Mencekoki Korban dengan Obat)

    "Jika terbukti, tersangka bisa dikenakan pasal berlapis dengan Undang-Undang Kesehatan," kata Erlinda saat dihubungi Tempo, Jumat, 11 Juli 2014. Erlinda enggan memberitahukan jenis obat yang diberikan oleh tersangka. Namun diketahui obat tersebut dapat membahayakan anak-anak.

    Erlinda menuturkan minuman yang dicampur obat itu diberikan kepada korban AK, AL, dan DA serta korban lainnya. Sebab, kata dia, korban kekerasan seksual di Jakarta International School bukan hanya tiga orang murid TK itu. "Polisi sudah tahu sebenarnya korban banyak sekali," kata Erlinda.

    Tersangka memberikan obat itu kepada anak-anak, kata dia, saat mereka berada di ruang konseling yang terletak di dalam ruang guru. Neil dan Ferdi telah berstatus tahanan Polda Metro Jaya sejak Senin malam, 14 Juli 2014. Mereka ditahan selama 20 hari.

    APRILIANI GITA FITRIA

    Topik terhangat:
    Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

    Berita terpopuler lainnya:
    Ahok Tetapkan Syarat Ini Waktu Sumbang Zakat
    Berapa Keuntungan Adidas dari Piala Dunia 2014?
    BI: Jangan Kaget dengan Uang NKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.