Ahok Ingin Kartu Jakarta Pintar sampai Sarjana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wagub DKI Jakarta, Ahok menyalami peserta kegiatan merakit robot di Mal Ciputra, Jakarta (11/5). Sebanyak 1000 siswa TK dari 140 TK se-Jakarta berpartisipasi dalam acara ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Wagub DKI Jakarta, Ahok menyalami peserta kegiatan merakit robot di Mal Ciputra, Jakarta (11/5). Sebanyak 1000 siswa TK dari 140 TK se-Jakarta berpartisipasi dalam acara ini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku tengah menggodok peraturan daerah tentang beasiswa. Menurut dia, salah satu poin dalam aturan itu mengatur soal Kartu Jakarta Pintar.

    Ahok--sapaan Basuki--ingin Kartu Jakarta Pintar dapat membiayai siswa sampai tingkat sarjana. "Kalau KJP itu kan membantu siswa tidak boleh lebih dari tiga tahun. Maka, kami lagi mempersiapkan rancangan agar anak itu dibiayai sampai lulus sekolah sampai sarjana," ujarnya seusai acara buka bersama di kantor Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 19 Juli 2014. (Baca: Sistem Seleksi Kartu Jakarta Pintar Diubah)

    Itu sebabnya, Ahok akan memperketat seleksi penerima Kartu Jakarta Pintar agar penerima adalah orang yang benar-benar layak. "Daripada Anda bagi rata, uangnya juga tidak cukup, kami baginya itu sampai orang betul-betul jadi," ujar Ahok. Ia juga mengevaluasi kembali program Kartu Jakarta Pintar karena masih kurang efektif. Ia melihat jumlah anak-anak yang tidak mampu cukup banyak, tapi nilai bantuan Kartu Jakarta Pintar tidak mencukupi untuk biaya sekolah. (Baca: Apa Rekomendasi ICW ke Ahok Ihwal Kartu Jakarta Pintar?)

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Lainnya:
    Keluarga Korban MH17 Dapat Fasilitas dari Ukraina  
    Pelayan Ini Makan Kecoa yang Ditemukan Pelanggan
    Pilot Sakit, Penerbangan Jember-Surabaya Libur
    Amankan KPU, Polri Cegah Massa dari Luar Jakarta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.