Begini Kantor Jokowi Sebelum Pengumuman Pilpres  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo melihat aneka sepatu ketika mengunjungi pusat perbelanjaan ITC Depok, 4 Juli 2014. Menjelang masa tenang kampanye, Jokowi berkampanye didaerah Jawa Barat, Depok, dan Karawang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo melihat aneka sepatu ketika mengunjungi pusat perbelanjaan ITC Depok, 4 Juli 2014. Menjelang masa tenang kampanye, Jokowi berkampanye didaerah Jawa Barat, Depok, dan Karawang. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada aktivitas mencolok di dalam gedung Blok G Balai Kota. Ini adalah gedung yang juga merupakan kantor Gubernur DKI Jakarta nonaktif Joko Widodo. Dari pintu kaca, tak terlihat seseorang di kantor itu. Tak ada aktivitas bersih-bersih untuk menyambut kembalinya Jokowi saat masa cutinya habis pada 22 Juli 2014. Berdasar surat cuti, semestinya Jokowi kembali aktif sebagai Gubernur DKI pada 23 Juli 2014. "Belum ada informasi agar kami beres-beres," kata seorang petugas pengamanan dalam, Senin, 21 Juli 2014. (Baca: Pendukung Jokowi Diminta Tak Arak-arakan di Jalan)

    Jokowi diperkirakan kembali ke Balai Kota pada Rabu, 23 Juli 2014, sejak resmi berstatus nonaktif sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 1 Juni 2014 lalu. Ia mengajukan diri sebagai calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Secara otomatis, posisinya digantikan sementara oleh Basuki Tjahaja Purnama. (Baca: Ahok: 23 Juli, Jokowi Kembali Jadi Gubernur)

    Namun ada yang berbeda dari sistem pengamanan di Balai Kota. Kini semua pintu detektor logam di semua gedung difungsikan dan pegawai maupun tamu yang hadir harus melewati pintu itu. Tas dan barang bawaan lainnya pun tak luput dari pindaian sinar X. Ada dua petugas pengamanan dalam yang berjaga di pintu itu. (Baca: Pengumuman Pilpres, Lalu Lintas Dialihkan)

    LINDA HAIRANI

    Berita Lainnya:
    BlackBerry Bikin Fitur Asisten Pribadi Mirip Siri
    Polri Imbau Warga Tak Datangi KPU
    Ini Isi Pertemuan Fadel dengan Ketua Bawaslu
    Israel Bantah Hamas Tangkap Serdadunya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.