Puncak Macet Total, Mobil Diminta Balik ke Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Kemacetan lalu lintas di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat. TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Bogor - Kemacetan parah terjadi di dua jalur Puncak. Puluhan ribu kendaraan roda dua dan roda empat masyarakat yang akan berlibur di sejumlah lokasi wisata di Puncak terjebak macet hingga lebih dari tujuh jam. Petugas Kepolisian Resor Bogor memerintahkan ratusan kendaraan yang masih terjebak macet di pintu tol tujuan Puncak memutar balik ke arah Jakarta.

    "Kami sudah berkoordonasi dengan pihak Jasa Marga dan petugas PJR Tol Jagorawi untuk memerintahkan sebagian besar kendaraan yang terjebak macet di jalan tol untuk berputar arah pulang ke Jakarta," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Muhammad Chaniago.

    Menurut Chaniago, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan petugas Kepolisian Resor Cianjur, mengingat arus kendaraan yang menuju Puncak mengalami kemacetan hingga Istana Cipanas. "Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Cianjur untuk mengimbau pengemudi yang hanya untuk berlibur ke Puncak untuk kembali dan berputar arah."

    Namun masyarakat yang akan menuju Bandung atau Cianjur diimbau menghindari jalur Puncak dan menggunakan jalur Gunung Putri, Cileungsi, Jonggol, dan Sukabumi. "Kalau memang ada keperluan lain harus ke Cianujur dan Bandung, agar melintasi jalur Jonggol," tuturnya.

    Sementara itu, Yohana, 34 tahun, pengemudi yang sempat terjebak macet selama empat jam, memilih memutar arah dan pulang ke Jakarta. "Saya sudah empat jam antre di kemacetan. Setelah mendapat informasi Puncak macet total, saya memilih mengurungkan liburan dan pulang ke Jakarta," katanya.

    Pantauan Tempo, puluhan kendaraan roda empat yang sempat terjebak kemacetan di jalur Puncak lebih memilih berputar arah dan kembali ke Jakarta setelah keluar dari Gerbang Jalan Tol Ciawi.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.