Arus Balik di Stasiun Senen Mencapai 27 Ribu Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemudik di Stasiun Senen, Jakarta. REUTERS/Darren Whiteside

    Ilustrasi pemudik di Stasiun Senen, Jakarta. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.CO, Jakarta - Stasiun Pasar Senen masih tampak ramai pada H+2 lebaran. Ratusan orang masih mengantre di peron keberangkatan. Menurut data dari Posko Humas PT Kereta Api Indonesia Stasiun Senen, keberangkatan menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta pada Kamis, 31 Juli 2014, hingga pukul 10.00 WIB sudah mencapai 6.373 orang. Sedangkan untuk arus balik dari area-area yang sama sudah mencapai 10.966 penumpang dengan 18 rangkaian kereta yang datang, terdiri atas 13 kereta reguler dan 5 kereta tambahan.

    Saat ditanyakan mengenai puncak arus balik, staf tersebut memastikan tidak akan ada puncak karena jumlah tiket yang sudah dipesan calon penumpang sudah terorganisasi dengan baik. Jumlah tiket dibagi merata per harinya, sehingga tidak akan ada penumpukan pada hari tertentu. Karena tidak adanya puncak arus mudik, pengamanan khusus ataupun langkah baru yang akan diambil pihak stasiun pun tidak ada. (Baca juga: Minggu, Arus Balik Pemudik di Gambir Dimulai)

    "Apabila ditotal dari H+1 Lebaran (30 Juli) kemarin, sudah ada 27.356 penumpang pada arus balik ini," ujar staf yang menolak dikutip namanya.

    Kereta yang tiba di Stasiun Senen berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di antaranya, Kutuarjo, Semarang(Tawang dan Poncol), Solo(Purwosari dan Solo Balapan), Kediri, Pasar Turi (Surabaya), Malang, Yogyakarta, dan Madiun. (Baca juga: Pemudik Masih Padati Stasiun Purwokerto)

    URSULA FLORENE SONIA

    Berita Lainnya:
    ISIS Hancurkan Pusat Peradaban Irak
    Militan ISIS Paksa Perempuan Irak untuk Sunat 
    ISIS Usir Orang Kristen dengan Cara Ini
    Pendukung Pemimpin Milisi ISIS Dibaiat di Malang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.