Usai Lebaran, Pendatang ke DKI Meningkat 30 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta memprediksi jumlah pendatang ke Ibu Kota mencapai puluhan ribu setelah Lebaran tahun ini. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Purba Hutapea mengatakan survei yang dilakukan Juni lalu oleh Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menyatakan 68.500 orang dari daerah bakal menyerbu Jakarta. Mereka datang sekitar H+1 sampai H+10. (Baca juga: DKI Tak Bisa Cegah Urbanisasi ke Jakarta)

    “Meningkat hampir sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu,” katanya saat dihubungi, Jumat, 1 Agustus 2014. Pada 2013 diperkirakan hanya 51.500 penduduk yang datang ke DKI. Peningkatan ini cukup tajam sekitar 17 ribu orang. Meski jumlah pendatang meningkat, diperkirakan hanya 60 persen yang bakal menetap di Jakarta. (Baca juga: Surabaya Waspadai Arus Urbanisasi Pasca-Lebaran)

    Menurut Purba, pendatang dapat dikategorikan dalam tiga kelompok. Pertama, kelompok yang menyatakan bakal menetap. "Mereka ini yang 60 persen, karena sudah tinggal lima tahun tapi belum mengurus administrasi kepindahan," dia menjelaskan. 

    Kedua, kelompok yang menjadikan Jakarta hanya sebagai tempat transit. "Mereka tinggal sebentar di sanak keluarganya, terus mencari pekerjaan di Bogor, Tangerang, dan lainnya. Karena di sana banyak pabrik. "Kelompok ini memiliki keterampilan," kata Purba.

    Yang ketiga adalah mereka yang ragu-ragu. Paling lama hanya tinggal sebulan di Jakarta, lalu balik lagi ke daerah asal. Kelompok ini, kata dia, cenderung tidak memiliki keahlian, hanya bermodal nekat.

    Meski jumlah pendatang bertambah, Purba tak bakal melakukan operasi yustisi tahun ini. Menurut dia, pemerintah tidak bisa melarang warga untuk masuk ke Jakarta. "Semuanya berhak, warga asing saja diperbolehkan." 

    ERWAN HERMAWAN

    Berita Terpopuler
    Jokowi Diingatkan Soal Jatah Menteri buat Partai 
    Pemakan Semut, Tampak Lemah tapi Mematikan 
    Kenapa ISIS Berpotensi Membahayakan Indonesia
    Syafi'i Maarif: Dukung ISIS Itu Sinting  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.